Dua Petahana di Blitar Maju Pilkada Lagi, Ini Alasan dan Pertimbangannya

Dua Petahana di Blitar Maju Pilkada Lagi, Ini Alasan dan Pertimbangannya

Blitar, SEJAHTERA.CO – Coblosan kepala daerah di Blitar masih lama, hanya saja para petahana sudah berkoar macung lagi di 2024-2029. Dua kepala daerah Wali Kota Blitar Santoso dan Bupati Rini Syarifah siap bertarung.

“Kalau ditanya kesiapan, saya siap untuk maju kembali. Tetapi nanti kan bergantung atau saya kembalikan ke partai politik,” kata Wali Kota Blitar Santoso, Minggu (14/1).

Dia menjelaskan alasan atau pertimbangan macung kembali karena berbagai hal. Di antaranya banyak warga yang menginginkannya kembali menggelorakan Blitar Keren.

Read More

Selama menjabat sebagai orang nomor 1 di Pemkot Blitar, sejumlah program sudah ditelurkan. Contohnya pendidikan gratis, kesehatan gratis hingga program RT Keren.

Program RT Keren sendiri sudah menunjukkan manfaatnya di masyarakat. “RT Keren ini kan dananya banyak. Tetapi manfaatnya juga banyak,” katanya.

Namun, lanjut Santoso, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung. Jika memang nanti diberi mandat, sebagai kader PDI Perjuangan harus siap maju.

“Semua bisa berubah. Tetapi saya kembalikan semua ke partai. Karena rekomendasi partai penting bagi pencalonan,” katanya.

Pada 2020 lalu, Santoso duet dengan Tjutjuk Sunario.  Keduanya macung usai mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan dan Gerindra serta sejumlah parpol lain.

Rivalnya Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto yang diusung PKB, PKS dan parpol lainnya. Kompetisi pun dimenangkan Santoso,Tjutjuk Sunario.

Sementara  di Kabupaten Blitar juga serupa. Bupati Rini Syarifah juga siap macung. Bahkan partai pengusungnya sudah nyata-nyata memberikan restunya. Ketua Umum PKB yang juga calon Wakil Presiden A. Muhaimin Iskandar  secara terang-terangan mendorong menjadi bupati.

“Tidak ada alasan untuk tidak macung lagi. Harus bupati lagi,” kata Muhaimin ketika bertandang ke Blitar.

Rini Syarifah pada perhelatan pemilihan bupati 2020 lalu tandem dengan Rahmat Santoso. Keduanya duet dengan partai pengusung PKB-PAN. Sementara rivalnya Rijanto-Marhaenis UW yang diusung PDI Perjuangan. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *