Jombang, SEJAHTERA.CO – Jelang Hari Raya Idul Adha, pesanan golok dan pisau di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mengalami peningkatan.
Salah satunya dirasakan perajin bernama Muhammad Gufron (40) ini. Ia menyebut jika tiap momen lebaran kurban pesanan golok dan pisau ini selalu mengalami lonjakan pesanan.
“Pesanan golok dan pisau semakin banyak sejak sebulan terakhir. Kami harus bekerja lebih cepat untuk memenuhi permintaan,” ungkap Gufron, Sabtu (15/6/2024).
Peningkatan pesanan ini berkaitan erat dengan persiapan untuk menyembelih hewan kurban dan pisau untuk memotong daging.
“Rata-rata pesanan memang untuk keperluan kurban. Golok untuk menyembelih dan pisau untuk mengiris daging,” bebernya.
Biasanya, Gufron hanya menerima 1-2 pesanan golok per hari. Namun, menjelang Idul Adha, ia bisa menerima hingga belasan pesanan golok dan pisau setiap harinya.
“Kalau pisau biasanya selesai dalam 1-2 jam, tetapi golok membutuhkan waktu lebih lama,” tambahnya.
Untuk menjaga kualitas, Gufron menggunakan bahan berkualitas seperti per mobil atau baja.
Golok ukuran 30 sentimeter dijual seharga Rp 150 ribu, sementara golok yang lebih panjang dijual Rp 170 ribu. Golok terbesar dijual seharga Rp 200 ribu, sedangkan harga pisau lebih murah.
“Tergantung pesanan, tetapi biasanya kami menggunakan bahan berkualitas untuk hasil yang lebih bagus,” kata Gufron.
Dengan lonjakan pesanan ini, Gufron mampu meraup omzet hingga Rp 4 juta dalam sebulan terakhir.
“Pesanan yang banyak ini menjadi berkah bagi kami, terutama menjelang Idul Adha,” pungkasnya.
Reporter ; Agung Pamungkas
Editor: Gimo Hadiwibowo



















