Blitar, SEJAHTERA.CO – Raksasa perusahaan rokok asal Kota Kediri resmi mendirikan usahanya di Kota Blitar. Lokasi pabriknya di Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo yang notabene bekas pabrik rokok Apache.
Masuknya investor ke Kota Blitar menjadi angin segar. Bukan hanya Pemkot Blitar tetapi juga warga Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Pasalnya untuk menjalankan bisnis perusahaan, membutuhkan tenaga kerja sekitar 1.000 lebih.
Bukan hanya pekerja, warga sekitar yang juga ikut merasakan dampak positifnya. Karena banyak berdiri warung dan pedagang sayuran dan makanan.
Wali Kota Blitar Santoso menyambut baik beroperasinya pabrik rokok Gudang Garam di Kota Blitar. Itu setidaknya menjadi pelipur lara. Pasalnya pada 2023 lalu, dua perusahaan rokok tutup di Kota Blitar, yakni PR Apache dan PR Bokormas. “Tentu ini yang diharapkan. Iklim ekonomi tetap jalan. Dan saya yakin Kota Blitar menjanjikan dalam hal usaha,” kata Santoso saat meresmikan.
Santoso mengatakan dengan berdirinya PR Gudang Garam di Kota Blitar setidaknya juga ikut membantu program pemerintah. Salah satunya untuk mengurangi pengangguran. Sehingga angka kemiskinan bisa berkurang. Pihaknya berharap, usaha PR Gudang Garam jalan terus.
Pasalnya Gudang Garam dikenal sebagai perusahaan mentereng. Dan berharap kepada pekerja agar bekerja maksimal. Karena antara perusahaan dengan karyawan saling membutuhkan.
Santoso yakin, tutupnya dua pabrik tahun lalu tak menyurutkan niat investor tandang ke Kota Blitar. Bahkan kabar terbaru, selain Gudang Garam, perusahaan rokok asal Surabaya, HM Sampoerna juga bakal membuka pabrik di Kota Blitar.
Perusahaan ini kini tengah membuka lowongan tenaga produksi besar-besaran.
Santoso menambahkan lagi, bukti jika iklim investasi di Kota Blitar juga semakin kentara.
Terbaru Hotel Santika hotel berbintang juga sudah beroperasi di Jalan Ir Soekarno. Tak hanya itu Hotel Aston kabarnya juga bakal berdiri di Jalan Merdeka Blitar. (ziz)



















