Hanya Terima 3 Siswa Setelah PPDB Tahap 2, Empat Ruang Kelas SMPN 5 Tulungagung Kosong

Hanya Terima 3 Siswa Setelah PPDB Tahap 2, Empat Ruang Kelas SMPN 5 Tulungagung Kosong

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Beberapa sekolah yang tidak mampu memenuhi target rombongan belajar (Rombel) pada pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 di Tulungagung, salah satunya SMPN 5.

Dari 7 rombel yang dibuka hanya 5 kelas saja yang terpenuhi, padalah masih ada 4 kelas kosong di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah (Kepsek), SMPN 5 Tulungagung, Nur Hamid mengatakan, pada pelaksanaan PPDB tahun 2023/2024 kemarin hanya mengajukan 5 rombel pada Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, karena PPDB tahun ajaran sebelumnya hanya terisi 5 kelas saja.

Read More

Berkaca pada capaian itu, dia optimis, pada PPDB 2024/2025 ini mampu meningkatkan target rombel, sehingga Kepsek memutuskan membuka 2 rombel tambahan.

“Kalau tahun kemarin, kami mengajukan 5 rombel dan itu sudah terpenuhi pada PPDB tahun lalu. Kalau tahun ini kami mengajukan 7 rombel, naik 2 rombel,” kata Nur Hamid, Jumat (28/6/2024).

Penambahan rombel itu, menurut Hamid, dilakukan untuk mengembangkan kembali potensi sekolah. Karena tahun 2022 lalu, peserta didik baru mendaftar dan memenuhi 7 rombel.

Namun, sayangnya sampai berakhirnya pelaksanaan PPDB 2024 gelombang kedua di Tulungagung, SMPN 5 Tulungagung hanya mampu memperoleh 5 rombel dan tidak mampu memenuhi target 7 rombel.

Adapun dalam satu rombel maksimal hanya terdapat 32 peserta didik baru.

“Kelas 9 itu ada 7 rombel, kelas 8 ada 5 rombel, kami inginnya kelas 7 tahun ini ada 7 rombel juga seperti jumlah rombel pada kelas 9,” ungkapnya.

Menurut Hamid, sebenarnya dia mempersiapkan sarana dan prasarana (Sarpras) berupa ruang kelas baru demi menyambut peserta didik baru. Sudah ada empat ruang kelas kosong, jika target rombel terpenuhi.

Meski sarpras sudah disiapkan, sayangnya pada PPDB gelombang kedua, SMPN 5 Tulungagung hanya mendapat tambahan 3 peserta didik baru, sehingga total ada sebanyak 160 peserta didik baru.

Tapi menurutnya, ini tidak jadi persoalan mengingat jam mengajar para guru di sana sudah terpenuhi dengan 5 rombel siswa baru.

“Kami sudah siapkan 4 kelas kosong untuk mempersiapkan 7 rombel, tapi ternyata hanya terpenuhi 5 rombel. Tetapi paling penting, guru-guru kami tidak harus mengajar keluar sekolah agar jam mengajarnya terpenuhi,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *