Identitas Mayat Perempuan Mengapung di Megaluh Ditemukan, Polisi Temukan Dugaan Kekerasan usai Autopsi

Identitas Mayat Perempuan Mengapung di Megaluh Ditemukan, Polisi Temukan Dugaan Kekerasan usai Autopsi
Polisi bersama tim mengevakuasi jasad perempuan mengapung di sungai Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Selasa (11/2/2025).(sejahtera.co)

Jombang SEJAHTERA.CO – Sesosok mayat perempuan Mrs X sebelumnya ditemukan mengambang di sungai Dusun Pacar, Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang akhirnya ditemukan identitasnya. Dari hasil autopsi kematian wanita itu mengarah dugaan kekerasan.

Baca Juga :Pameran di Surabaya, Karya Triyoso Yusuf Tentang Kearifan Lokal Wonosalam Terjual, Ini Daya Tarik bagi Kolektornya

Disampaikan Kapolsek Megaluh, AKP Wawan Purwoko membenarkan adanya penemuan mayat di Sungai Sungai Kanal Turi-Tunggorono, Dusun Peluk Rt 03 Rw 03, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh sekira pukul 05.40 WIB. Kondisinya jasad perempuan ini mengambang di pinggir ranting sungai mengenakan setelah baju oranye dan celana hitam itu pertama kali ditemukan warga.

Read More

“Bahkan kalung dan cincin korban masih melekat di tubuh. Kini jasad perempuan sudah kita serahkan penanganan lebih lanjut ke Polres Jombang,” ungkap Kapolsek Wawan.

Diduga mayat perempuan tersebut berusia 30 tahun, Guna mengetahui lebih lanjut identitas dan penyebab kematian korban, pihak polisi mengevakuasi mayat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.

“Selanjutnya mayat tersebut dilakukan autopsi ke kamar mayat RSUD Jombang,” tandasnya.

Baca Juga :Mal Pelayanan Publik Sudah Dibuka, ini Jenis Layanan yang Tersedia

Sementara itu, ternyata kasus penemuan mayat perempuan tersebut berinisial PRA usia 18 tahun asal di Kanal Turi Tunggorono, Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh.

Identitasnya terungkap oleh Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, setelah dilakukan autopsi di rumah sakit, bahkan ditemukan juga ada luka di kening korban akibat benda tumpul.

“Hasil autopsi selain itu, terdapat benturan pada bagian perut yang juga dapat mengakibatkan kematian. Namun, penyebab kematian korban adalah tenggelam. Saat masuk ke sungai, korban masih hidup, sehingga diindikasikan meninggal karena tenggelam,” papar Kasatreskrim.

Baca Juga :Dinkes Kabupaten Kediri Simulasi Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga Kabupaten Kediri

AKP Margono mencurigai tentang korban dibuang usai pelaku melakukan kekerasan, indikasi tersebut masih dilakukan penyelidikan beserta keterangan saksi-saksi.

Terkait kabar hilangnya ponsel dan motor milik korban, polisi masih menyelidiki lebih lanjut. Saat mendatangi rumah korban, keluarga membenarkan bahwa korban memiliki kendaraan bermotor dan ponsel.

“Barang bukti yang kita amankan yakni pakaian yang digunakan dan juga masih menggunakan kalung dan cincin. Diduga handphone dan motor dibawa lari oleh terduga pelaku,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *