Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Arah pembangunan Kabupaten Ponorogo selama lima tahun ke depan mulai dirancang. Sejumlah sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat diminta untuk akselerasi dalam satu atau dua tahun ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat memanggil seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaparkan rencana jangka pendek dan menengah pembangunan di Bumi Reyog.
“Semua harus akselerasi kalau perlu atraksi agar masyarakat bisa segera merasakannya, apa yang menjadi visi misi kepala daerah harus bisa diimplementasikan,” ungkap Sugiri Sancoko seusai rapat dengan kepala OPD di ruang Bantarangin, Selasa (15/4/2025).
Bupati dua periode tersebut mengungkapkan jika kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi meliputi infrastruktur, pendidikan, ekonomi, serta kesehatan.
Dirinya juga tidak segan mengganti kepala dinas jika gagal dalam menjalankan tugas.
“Kita takar komitmen dan caranya bekerja lalu kita evaluasi 3 bulan – 6 bulan. Kalau gagal ya diganti yang lebih kompeten karena impact-nya langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Di sektor infrastruktur, Kang Giri menyebut pada 2025 ini pihaknya belum banyak melakukan pembangunan. Akan tetapi di tahun 2026, akan menuntaskan mimpi masyarakat Ponorogo, dalam hal pembangunan jalan.
“Memang tahun 2025 ini pembangunan tidak masif, tapi 2026 nanti kita tuntaskan,” imbuhnya.
Baca Juga :Hari Jadi ke-1088 Kabupaten Nganjuk, Warga Turun Tangan Bersihkan Lingkungan
Pada ekonomi, ia mengakui jika saat ini banyak lahan yang telah dialihfungsikan. Oleh sebab itu, salah satu upaya meningkatkan hasil pertanian yakni dengan penambahan irigasi sumur air dalam dan mulai beralih menuju pertanian organik.
“Di bidang pendidikan juga harus berbasis agama dan budaya, untuk meningkatkan moral serta akhlak generasi muda. Karena pintar (akademik) saja tidak cukup,” tambahnya.
Sedangkan pada sektor kesehatan, Kang Giri akan mendorong agar terciptanya rumah sakit desa. Selain itu sejumlah puskesmas di wilayah pinggiran akan diubah menjadi rumah sakit tipe D sehingga pelayanan kesehatan dapat merata di belahan bumi Ponorogo.
Baca Juga :Dua Bendungan di Blitar Bakal Bersihkan Endapan, Jadi Momen Paling Ditunggu Pemburu Ikan Brantas
“Harapan dan mimpi masyarakat Ponorogo harus bisa terjawab dalam periode ini,” pungkas Kang Giri.



















