Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ada yang unik saat pengumpulan koper milik jamaah haji Kabupaten Ponorogo di Kantor Kemenag. Para jamaah haji sengaja memberikan tanda-tanda unik di setiap koper miliknya.
Dari pantauan wartawan, para jamaah haji memberikan tanda mulai dari gelas plastik, boneka, mainan bebek, hingga botol infus kosong.
Pemberian tanda tersebut dimaksudkan ketika tiba di tanah suci, para jamaah tidak kesulitan saat mengenali koper miliknya. Sebab, ada ratusan koper yang sama ketika nanti di bandara.
“Silakan tidak apa-apa, selama tidak menggangu tidak ada masalah,” ungkap kepala Kemenag Kabupaten Ponorogo, Nurul Huda, Selasa (14/5/2024).
Huda menambahkan, rata-rata mereka yang menggunakan tanda unik tersebut terdiri dari satu regu. Seperti halnya para tenaga kesehatan sengaja memberikan tanda botol infus kosong di atas kopernya.
“Dari masing-masing regu punya kreativitas dalam menandai kopernya. Selama tidak mengganggu, ya boleh-boleh saja,” imbuh Huda.
Sebelum dikumpulkan, setiap koper jamaah akan dilakukan penimbangan dengan batas maksimal berat yang diizinkan yakni 32 kilogram. Sedangkan barang yang dilarang dimasukkan dan di bawa ke dalam koper yakni barang cair, senjata tajam maupun barang terlarang lainnya.
“Ini screening awal di sini, nanti di asrama haji Sukolilo Surabaya, koper-koper itu akan diperiksa ulang dengan alat X-Ray. Kalau ada yang mencurigakan ya langsung dibongkar,” pungkasnya.
Sementara itu, Damayanti Pratiwi salah satu pengantar koper jemaah haji Ponorogo mengungkapkan jika koper milik orang tuanya sengaja diberikan tanda unik, menurutnya agar sang orang tua bisa mengenali koper tersebut miliknya.
“Ini tak kasih mainan bebek, tadi ada juga yang dikasih gelas plastik, boneka dan lainnya. Mungkin biar mudah dikenali,” tutupnya.
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Dhita Septiadarma



















