Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek bakal berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun ini.
Kendati begitu, tak seluruh CJH bisa berangkat meskipun sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Ada sebanyak tujuh jemaah yang batal berangkat.
Kasi Pelayanan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Trenggalek, Agus Prayitno mengatakan, sebanyak tujuh jemaah yang batal berangkat itu dilatarbelakangi banyak sebab.
Namun, mayoritas adalah faktor kesehatan sehingga mengharuskan penundaan pelaksanaan ibadah haji pada musim ini.
“Karena sakit tujuh CJH asal Trenggalek harus ditunda keberangkatannya. Nantinya mereka akan menjadi jamaah prioritas pada keberangkatan haji tahun depan,” kata dia, Selasa (14/5).
Sementara ratusan CJH lainnya yang sudah melunasi BPIH dan memenuhi persyaratan kesehatan, lanjut Agus bakal berangkat ke tanah suci pada 6 Juni 2024.
Ratusan jamaah itu rencananya bakal diberangkatkan secara simbolis dari Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek 28 Mei.
“Rincinya jumlah yang berangkat 530 orang, total cadangan 81 orang, cadangan masuk atau berangkat 67 orang, status masih cadangan 14 orang dan batal berangkat atau menunda tujuh orang,” imbuhnya.
Saat ini, ratusan CJH yang akan diberangkatkan itu telah melakukan manasik haji secara bergantian di masing-masing kecamatan. Mereka nantinya bakal bergabung dengan rombongan dari CJH asal Kabupaten Gresik yakni kloter 94 dan 95.
“Mereka yang menjalankan ibadah haji akan berlangsung selama 40 hari, dan rencananya akan pulang ke tanah air pada 19 Juli 2024,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















