Lahan Pertanian Terdampak Tol, Dewan Tulungagung Prediksi Terjadi Penurunan Produktivitas Pangan

Lahan Pertanian Terdampak Tol, Dewan Tulungagung Prediksi Terjadi Penurunan Produktivitas Pangan

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Banyaknya lahan sawah produktif di Tulungagung yang terdampak pembangunan Tol Kediri – Tulungagung dikhawatirkan membuat hasil panen menurun. DPRD Tulungagung ingin agar uang ganti rugi yang didapat nantinya juga dibelikan lahan pertanian.

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Susilowati mengatakan, di komisinya sendiri menangani sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung. Diketahui, pada proyek pembangunan Tol Kediri – Tulungagung, duapuluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Tulungagung terdampak.

Di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, seluruh lahan terdampak merupakan lahan pertanian. Lahan pertanian di sana terkenal produktif dan dalam satu tahun bisa panen sebanyak tiga kali.

Read More

“Kami sudah mendengar keluhan warga Panggungrejo, tetapi ranah kami hanya penanganan terhadap lahan pertaniannya saja,” kata Susilowati, Jumat (10/11/2023).

Dikarenakan banyak lahan sawah terdampak, Susi khawatir jika nantinya produktivitas hasil panen di Kabupaten Tulungagung justru menurun. Sejalan dengan itu lahan pertanian di Kelurahan Panggungrejo termasuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Namun karena tol merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain mendukung proyek tersebut. Tetapi menurutnya harus ada lahan pengganti agar produktivitas pertanian tidak menurun drastis usai proyek tersebut dilaksanakan.

“Makanya kami berharap agar warga yang sudah menerima ganti rugi agar nantinya uang yang diterima juga dibelanjakan lahan pertanian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Sarana, Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung, Edi Purwo Santoso mengatakan, total ada sebanyak 21 hektare lahan pertanian di Tulungagung terdampak pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung yang mana puluhan lahan itu tergolong lahan produktif.

Dia berharap pemrakarsa proyek mengganti lahan pertanian yang terdampak dengan kualitas lahan yang sama. Mengingat hal itu menyangkut keberlangsungan produktivitas pada sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung.

“Kalau warga yang sawahnya terdampak dan ingin mencari lahan untuk tukar guling dengan kualitas sama, mungkin bisa mencari lahan yang sudah kita cadangkan dalam cadangan pertanian pangan berkelanjutan (LPC2B),” kata Edi Purwo Santoso.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *