Oknum Suporter Bentrok di Perbatasan Kediri-Malang

Oknum Suporter Bentrok di Perbatasan Kediri-Malang
Detik-detik bentrokan antar oknum suporter Arema FC dan Persik Kediri di perbatasan malang -Kediri.(arief/sejahtera.co)

Malang, SEJAHTERA.CO – Pasca pertandingan Liga 1 yang mempertemukan Arema FC dan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Senin (16/12/2024) sore.

Baca Juga :Penyelewengan BBM Bersubsidi Jenis Solar Terbongkar, Polisi Temukan 74 Barcode untuk Memuluskan Aksi

Diketahui terjadi kericuhan antar oknum suporter Aremania dan Persikmania yang terjadi di perbatasan Kabupaten Malang dan Kediri sejak pukul 20.00 WIB hingga 22.45 WIB.

Read More

Dari informasi yang dihimpun, kerusuhan terjadi di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, dan Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, yang masuk wilayah Kabupaten Kediri.

Baca Juga :Satresnarkoba Polres Nganjuk Amankan Pengedar Narkoba, Ini Jumlah Barang Buktinya

Dari video yang beredar nampak dua kelompok suporter di perbatasan begitu mencekam. Hal ini juga membuat akses jalan nasional yang menghubungkan antara Kabupaten Malang dan Kediri, sempat ditutup sementara waktu.

Beberapa warga yang akan melintas jalan raya itu juga langsung diminta oleh kepolisian dan warga sekitar, untuk putar balik mencari jalan lain.

Pengendara terpaksa mencari jalan desa untuk menuju kawasan Kandangan, Kabupaten Kediri, dari Malang maupun sebaliknya darı Kediri menuju Malang.

Baca Juga :Banjir Kesamben, Ketua PCNU Jombang Apresiasi Para Relawan Penanggulangan Bencana

Massa oknum Persikmania berkumpul di sekitar SPBU Kandangan, sedangkan oknum Aremania berkumpul di sekitar Patung Singa, Kasembon.

Kedua oknum suporter itu saling lempar batu dan beberapa benda di perbatasan. Situasi kian memanas hingga jelang tengah malam dan dini hari di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Batu AKBP Andy Yudha Pranata melalui Kapolsek Kasembon AKP Ma’ruf sat dikonfirmasi membenarkan informasi adanya kerusuhan antar oknum suporter di perbatasan Kabupaten Malang dan Kediri, tepatnya di gapura perbatasan antar kedua daerah tersebut.

Baca Juga :Setahun, RSUD Ngudi Waluyo Blitar Tangani Ribuan ODGJ

Kejadian ini berawal darı ratusan oknum Aremania yang berkumpul di perbatasan antara Kasembon dan Kandangan, tepatnya di Patung Singa, di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, tepat setelah gapura perbatasan.

“Sekitar pukul 20.00 sampai 22.45 WIB situasi di perbatasan memang memanas dengan berbagai isu yang diterima oleh massa,” kata AKP Ma’ruf, dikonfirmasi, Selasa (17/12).

Baca Juga :Pelaku Tabrak Lari Pejalan Kaki Menyerahkan Diri, Korban Sempat Terseret Beberapa Meter

Massa dari oknum Aremania itu meminta rekannya yang diamankan oleh kepolisian darı Polres Kediri dipulangkan. Memang darı informasi disebut Ma’ruf ada lima oknum Aremania yang diamankan oleh kepolisian, karena memang secara aturan suporter lawan tidak boleh datang.

“Ada lima Aremania yang diamankan, dua diamankan oleh Polres Kediri dan tiga orang diamankan oleh Polres Kediri Kota. Itu mereka menuntut pemulangan rekannya,” ujarnya.

Baca Juga :UMK Naik 6,5 Persen Tahun Depan, Ini Kata Kepala Disnakertrans Tulungagung

Laga Persik melawan Arema FC sendiri di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Senin sore (16/12/2024) berakhir dengan kemenangan 1 – 0 Macan Putih, julukan Persik Kediri.

Gol kemenangan Persik dicetak oleh Mohammad Khanafi menit 86, memanfaatkan crossing dari sisi kiri pertahanan Arema FC.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *