Pelaksanaan MBG Sepekan, Ketua Dewan Ponorogo: Proses Sesuai SOP

Pelaksanaan MBG Sepekan, Ketua Dewan Ponorogo: Proses Sesuai SOP
Dwi Agus Prayitno, ketua DPRD kabupaten Ponorogo saat meninjau program MBG.(foto: istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sepekan dimulainya program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo, ikut menyita perhatian anggota legislatif. Menurut ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, program yang diinisiasi Presiden Prabowo tersebut harus dijalankan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga :Wabup Kediri Pantau MBG di SMP Negeri I Kayen Kidul

“Kami ingin memastikan program ini berjalan lancar tanpa kendala. Selain itu, kami juga memastikan implementasi program MBG benar-benar memberikan tambahan asupan gizi yang cukup bagi para siswa,” ungkap Dwi Agus Prayitno, kepada wartawan.

Read More

Kang Wi, sapaan akrabnya mengatakan, mulai dari proses memasak, kualitas alat-alat dapur, hingga distribusi dan penyajian makanan kepada peserta didik sudah sesuai dengan standar mutu. Tak kalah pentingnya, bahwa makanan yang dihidangkan mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

Baca Juga :Tujuh Formasi CPNS Kosong Meski 90 Dinyatakan Lolos, Ini Kata Kepala BKPSDM Kota Blitar

“Sepekan ini, kami lihat sumber gizi empat sehat lima sempurna sudah terpenuhi, mulai dari karbohidrat, protein, hingga serat dan susu. Menu makanan program MBG ini juga tampaknya sangat disukai anak-anak,” tambah Kang Wi.

Kang Wi memastikan, mendukung program nasional itu. Mengingat pemenuhan gizi tersebut bakal menambah asupan seimbang anak. Pun mengurangi pola konsumsi jajanan berpengawet yang kebanyakan dijual saat ini.

Baca Juga :Pembangunan Tahap Kedua Pedestrian Jalan Mastrip Tertunda, Ini Kata Sekda Kota Blitar

“Kalau anak kenyang dan gizinya bagus tentu menjadi generasi cerdas, sekaligus anak bisa fokus belajar juga,” pungkasnya.

Sementara itu, di hari ke-6 program MBG ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Ponorogo membagikan 2.680 porsi makanan bergizi, yang menjadi sasaran program MBG, tersebar di 9 TK, 12 SD dan 1 SMP.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *