JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Bandara Dhoho Kediri ternyata merupakan proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur dengan creative financing atau pembiayaan mandiri.
Atrtinya, program pembangunan infrastruktur tidak hanya didanai dari anggaran negara saja, melainkan membuka peluang badan usaha untuk terlibat.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan pihaknya berupaya untuk menggalakkan skema creative financing.
“Kami terus mendorong pendanaan kreatif di antaranya melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun investasi swasta murni,” uajr Menhub Budi Karya Sumadi.
Mekanisme pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU seperti pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang dibiayai oleh pihak swasta dengan nilai pembangunan mencapai Rp 10 triliun.
“Bandara Dhoho Kediri dengan nilai Rp 10 triliun. Bandara Kediri adalah proyek bandara pertama dengan pembiayaan swasta murni,” ujar Menhub dikutip dari laman resmi Kemenhub.
Untuk diketahui, creative financing merupakan salah satu strategi Kemenhub untuk memacu pembangunan di tengah keterbatasan APBN.
Sejumlah capaian infrastruktur transportasi hingga 2023 diraih melalui pembiayaan kreatif atau creative financing yang bersumber dari selain dana APBN.
“Effort kami sangat besar untuk menyukseskan creative financing,” uajr Menhub Budi Karya Sumadi dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2023, di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tren pagu APBN semakin menurun sementara kebutuhan pembangunan transportasi meningkat.
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kemenhub 2020-2024, kebutuhan anggaran mencapai Rp1.288 triliun sedangkan kemampuan APBN hanya 20 persennya.
Sumber : Kemenhub
Editor : Irwan Maftuhin



















