Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sejumlah infrastruktur di wilayah Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek terdampak kerusakan akibat bencana alam. Kerusakan-kerusakan itu tengah dilakukan upaya pemulihan.
Baca Juga :Waduh, Tiga Lansia di Ponorogo Diamankan Polisi Saat Bermain Judol, ini Pengakuannya
“Tentu infrastruktur-infrastruktur yang terdampak ini kan butuh cost yang nggak sedikit ya. Jadi kita putar otak bagaimana percepatan pemulihan,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Mas Ipin sapaan akrabnya menyebut, infrastruktur yang terdampak kerusakan itu di antaranya adalah beberapa titik jalan poros desa di Desa Karang Tengah yang disebabkan longsornya tembok penahan jalan.
Kemudian rumah warga hingga sekolah di wilayah yang terancam longsor.
Baca Juga :Antisipasi Penyalahgunaan, Polres Tulunagagung Periksa Senpi Anggota
“Beberapa titik di wilayah Panggul mengalami tanah longsor, banjir dan juga pergeseran abrasi sungai,” imbuhnya.
Untuk menanggulangi itu, Pemkab Trenggalek bakal melakukan upaya perbaikan bertahap. Perbaikan bertahap itu dilakukan karena keterbatasan fiskal Trenggalek. Mas Ipin menyebut perbaikan itu bakal dilakukan pada skala prioritas.
“Ibaratnya membangun yang belum terbangun saja kita kesulitan finansialnya, apalagi yang sudah terbangun. Seperti ini, jalannya masih bagus, terus terkena longsor ini-kan ibaratnya kerja dua kali. Bahasa Jawanya mindon gaweni,” ujarnya.
Baca Juga :Selesai Antar Jenazah, Ambulans Dihantam KA Matarmaja
Untuk menanggulangi dampak bencana itu, Mas Ipin bakal memanfaatkan dana emergency untuk perbaikan sementara waktu, sembari menyusun perencanaan perbaikan jangka panjang. Pihaknya pun bakal berupaya untuk menambah support anggaran perbaikan.
“Langkah terdekat kita coba nanti mendata semua dulu, terus kemudian mencoba kita kalau ada pergeseran anggaran yang ada di ruang yang sama, kita gunakan dulu untuk pemulihan-pemulihan bencana,” jelasnya.
Baca Juga :Pemkab Jombang Luncurkan Interkoneksi Wisata Religi Edukatif
Untuk diketahui, rentetan bencana alam melanda wilayah Kecamatan Panggul beberapa waktu lalu, akibat hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi sejak 27 November 2024 hingga 1 Desember 2024.
Merujuk data BPBD Trenggalek, bencana alam berupa banjir dan tanah longsor mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Selain itu, bencana alam itu juga merusak sejumlah rumah warga.
“Untuk infrastruktur kita lakukan perbaikan bertahap, yang terpenting sekarang warga-warga yang terdampak dipastikan, kita kolaborasi pendanaannya untuk meringankan beban mereka,” pungkasnya.



















