Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Kediri tahun 2024 belum memungkinkan melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri tapi masih berangkat lewat Bandara Juanda Surabaya.
Faktornya, karena belum adanya embarkasi, hotel atau asrama haji Kabupaten Kediri atau di sekitar bandara.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri H. Ahmad Fauz melalui Drs. KH Kholig Nawawi Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), mengatakan, jumlah CJH Kabupaten Kediri mencapai 1.110 orang dan terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter).
“Masing masing adalah kloter 73, kloter 74, kloter 75 dan khusus kloter 76 ada 17 CJH Kabupaten Kediri bergabung dengan kloter luar daerah. Pemberangkatan haji dimulai 30 April 2024,” katanya.
Ditambahkan Kholig untuk pemberangkatan CJH Kabupaten Kediri masih dari Bandara Juanda seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Karena Bandara Juanda Surabaya setiap tahunnya memberangkatkan ribuan jamaah haji.
“Kita tunggu pada tahun tahun berikutnya. Kami pasti pemerintah akan membangun fasilitas embarkasi, hotel atau asrama haji di Kabupaten Kediri. Ini untuk sarana dan prasarana pemberangkatan haji tahap berikutnya,” jelasnya.
Kholig optimis pada tahap berikutnya Bandara Dhoho Kediri selain untuk pemberangkatan CJH juga untuk pemberangkatan haji Kabupaten/kota di Jawa Timur wilayah Mataraman.
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Gimo Hadiwibowo



















