Rumah di Kawasan Padat Penduduk Tulungagung Hangus Terbakar, Ternyata ini Penyebabnya

Rumah di Kawasan Padat Penduduk Tulungagung Hangus Terbakar, Ternyata ini Penyebabnya
Proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas Damkar Tulungagung. (istimewa)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebuah rumah milik Supiyati warga Kelurahan Jepun Kecamatan/Kabupaten Tulungagung hangus terbakar pada Kamis (19/9/2024).

Baca Juga :Langkah Tegas Satlantas Polres Ponorogo Tekan Angka Balap Liar. Kasatlantas: Cabut SIM

Beruntung api yang membakar rumah di kawasan padat penduduk ini berhasil dipadamkan sebelum api sempat merembet ke rumah lainnya.

Read More

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan, sekitar pukul 11.25 WIB, petugas Damkar Tulungagung menerima adanya laporan kebakaran pada salah satu rumah di Kelurahan Jepun Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga :Menengok Sederet Terobosan Kebijakan Trenggalek hingga Antarkan Raih Penghargaan KLHK

Usai menerima laporan itu, petugas kemudian menuju ke tempat kejadian kebakaran (TKK) untuk melakukan upaya pemadaman secepat mungkin.

Pasalnya, lokasi terjadinya kebakaran tersebut terjadi pada kawasan padat penduduk, dan rumah warganya saling berdempetan satu sama lain.

“Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB, dan kami baru mendapat laporan sekitar pukul 11.25 WIB, sehingga kami bergegas ke lokasi, karena rumah yang terbakar itu berada pada kawasan padat penduduk,” kata Artista Nindya Putra, Kamis (19/9/2024).

Baca Juga :Sebanyak 91 Pendaftar CPNS di Lingkup Pemkab Blitar Gagal Administrasi

Setibanya petugas di TKK, ungkap Artista, diketahui dari tengah-tengah kawasan padat penduduk itu sudah membumbung asap hitam, yang berarti di dalamnya terjadi kebakaran.

Bahkan masyarakat setempat bahu membahu memadamkan api tersebut menggunakan alat seadanya agar api tidak merembet ke bangunan lain.

Petugas yang saat itu membawa dua unit mobil damkar dan dua truk tangki suplai air segera mengambil alih proses pemadaman pada rumah tersebut, agar api bisa segera dijinakkan.

Baca Juga :Meski Cedera, Eko Febrianto Pesilat Asal Jombang Sabet Medali Perak di PON 2024

Beruntung, proses pemadaman hanya butuh waktu 15 menit, namun petugas sempat mengalami kendala saat proses pemadaman.

“Tadi kendala kami yakni lokasi kebakaran yang berada pada kawasan padat penduduk dan gang yang sempit, sehingga kami harus memasang selang yang panjang,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, jelas Artista, diketahui jika penyebab kebakaran itu disebabkan lantaran arus pendek listrik atau korsleting listrik yang terjadi di rumah tersebut.

Baca Juga :Tempat Produksi Oleh-oleh Khas Trenggalek Terbakar, Pemilik Merugi Rp 125 Juta

Sebab, saat terjadi kebakaran, rumah itu dalam kondisi kosong dan pemilik rumah tersebut sama sekali tidak menyalakan kompor.

Akibat kebakaran itu, rumah milik Supiyati tersebut hangus terbakar beserta perabotan rumah di dalamnya, hingga membuatnya terpaksa mengalami kerugian senilai Rp 75 juta.

Atas peristiwa ini, pihaknya menghimbau agar masyarakat memasang instalasi listrik yang sesuai standar.

Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri Nyatakan Persyaratan Dua Pasangan Cabup dan Cawabup Lengkap

“Kami menghimbau masyarakat memasang instalasi listrik yang SNI, dan proses pemasangan harus dilakukan oleh ahlinya agar kejadian serupa tidak terjadi” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *