Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Meski jumlah pelamar PPPK tahun ini membludak, namun dari 912 formasi yang disediakan oleh Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo 10 diantaranya sepi peminat.
Kepala BKPSDM Ponorogo, Andy Susetyo mengatakan, 10 formasi PPPK yang kosong tersebut terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Adapun 5 formasi nakes diantara merupakan lowongan untuk dokter spesialis di RSUD dr Harjono.
“Nakes dan teknik total ada 10 formasi yang kosong, kalau guru 100 persen terisi semua,” ungkap Andy Susetyo, kepada wartawan.
Secara rinci, untuk tenaga kesehatan formasi yang sepi peminat tersebut yakni Ahli Muda Dokter Spesialis Anak, Ahli Muda Dokter Spesialis Bedah, Ahli Muda Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Ahli Muda Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dan Ahli Muda Dokter Spesialis Radiologi, serta Ahli Pertama Penata Anestesi.
Sedangkan untuk, tenaga teknis dari diantaranya yakni Ahli Pertama Analisis Kebakaran, Ahli Pertama Pembina Jasa Konstruksi, Ahli Pertama Pengendali Dampak Lingkungan, Terampil Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur.
“Yang kosong tersebut karena memang tidak ada yang melamar,” urainya.
Selanjutnya, Andy menyebut kekosongan formasi tersebut akan dilakukan pencatatan dan akan dilampirkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pun, kekosongan formasi sudah terjadi beberapa kali, seperti halnya lowongan untuk dokter spesialis.
“CPNS dulu saja ada yang masih kosong untuk dokter spesialis, apalagi ini statusnya PPPK. Sebenarnya sudah kita prediksi akan kosong,” jelasnya.
Dia menilai, sebenarnya kebutuhan dokter spesialis sangat mendesak. Apalagi Pemkab Ponorogo akan membuka rumah sakit baru pada November nanti, Hospital Bantarangin.
“Kalau yang kita umumkan formasinya berarti memang dibutuhkan, tapi tidak ada yang mendaftar mau gimana lagi, mudah-mudahan ada solusi untuk kekosongan tersebut,” pungkasnya.
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Dhita Septiadarma



















