Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Dompyong di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek terpaksa melaksanakan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di kawasan hutan pinus yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari lingkungan sekolah.
ANBK di luar ruangan itu dilakukan karena pelaksanaan ANBK terkendala sinyal dampak mati lampu.
“Kalau mau pindah ke kecamatan lumayan jauh jangkauan, akhirnya kami memutuskan cari tempat terdekat yang sinyalnya mudah, walaupun lokasinya di luar ruangan,” kata Kepala SDN 2 Negeri Dompyong Lilik Ekowati.
Pelaksaan ANBK di hutan pinus itu dilaksanakan pada Senin (30/10). Menurut Lilik, listrik di wilayah itu mengalami pemadaman sejak Minggu (29/10) hingga Malam.
Saat hendak menggunakan genset, Wifi tak bisa tersambung karena sulit sinyal. Pihaknya sempat menunggu hingga pukul 07.15 WIB sebelumnya memutuskan pindah ruangan.
“Namun ketika pukul 07.15 WIB belum nyala, akhirnya sepakat untuk memutuskan mencari tempat yang mudah sinyal meski di bawah hutan pinus. Kami mendapatkan tempat di jalan arah Desa Botoputih sekitar pukul 07.35 WIB. Tempat di situ sinyalnya enak, di situ kami bawa genset bawa perlengkapan untuk ANBK,” imbuhnya.
Dia menambahkan, ANBK itu dilaksanakan kelas V mulai 30-31 Oktober atau terbagi dua sesi. Sesi pertama sebanyak 10 orang dan sesi kedua sebanyak 10 orang sehingga ada 20 siswa yang mengikuti ANBK di bawah hutan pinus.
Untuk pelaksanaan ANBK saat ini sudah berlangsung normal dan tidak lagi berada di kawasan hutan pinus. “Sudah normal, sudah dilaksanakan di lingkungan sekolah,” pungkasnya.
Terpisah, Selasa (31/10), Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono mengatakan, belum menerima laporan lain selain SDN 2 Dompyong yang mengalami kendala pelaksanaan ANBK akibat gangguan sinyal.
Agoes memaklumi ihwal gangguan teknis itu lantaran bukan menjadi kewenangan pihak sekolah.
“Terpenting bisa dilaksanakan dengan lancar. Selain SDN 2 Dompyong, kami belum menerima laporan adanya ANBK di luar ruangan lainnya,” kata Agoes.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















