Terdampak Tanah Gerak, 68 KK Kabupaten Blitar Tunggu Jatah Huntara

Terdampak Tanah Gerak, 68 KK Kabupaten Blitar Tunggu Jatah Huntara

Blitar, SEJAHTERA.CO – Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Blitar masih punya pekerjaan rumah (PR) soal pembangunan rumah hunian sementara (Huntara) bagi terdampak bencana tanah gerak. Pasalnya masih ada puluhan warga terdampak bencana tanah gerak yang belum mendapatkan huntara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto, mengatakan, saat ini masih ada 68 rumah terdampak tanah gerak yang belum direlokasi. Tanah itu kondisinya juga berada di daerah rawan bencana tanah gerak.

“Iya masih ada 68  kepala keluarga (KK) yang belum mendapatkan huntara. Ini masih kami upayakan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Senin (16/10).

Read More

Dia menjelaskan, berdasarkan pendataan ada 118 rumah milik warga yang terdampak bencana tanah gerak. Lokasinya di tiga kecamatan, yaitu Wates, Panggungrejo dan Kademangan.

Untuk warga terdampak tanah gerak di Desa Purworejo, Kecamatan Wates sudah ditindaklanjuti. Itu dengan dibangunkan huntara.

Huntara sebanyak 50 unit itu sudah berdiri dan baru saja diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu.

“Nah sisanya ini atau sebanyak 68 rumah terdampak tanah gerak belum direlokasi ke lokasi lain,” kata Ivong Bettryanto kepala BPBD .

Saat ini, lanjut Ivong, terus berupaya agar 68 unit rumah bisa direlokasi. Tahapan awal yang harus dilakoni salah satunya dengan mencari lokasi tanah.

Untuk itu pihaknya bakal terus koordinasi dengan pemprov. Harapannya bisa mendirikan rumah sementara  seperti yang ada di Purworejo. “Masih diupayakan lagi. Mudah-mudahan ada kabar baik,” kata Kepala BPBD Ivong Bettryanto.

Meski belum mendapatkan huntara, sebanyak 68 kepala keluarga sudah diberi pemahaman. Ketika ada hujan deras diminta untuk mencari tempat yang aman.

Pasalnya jika tetap nekat berada di lokasi rawan bencana, bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, gubernur meresmikan 50 huntara di Desa Purworejo, Kecamatan Wates. Dana pembangunan mencapai Rp 2,5 miliar hasil sharing dengan provinsi dan pemkab.

Huntara ukuran 36 meter persegi dengan dua kamar, ruang tamu, kamar mandi dan lain sebagainya. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *