Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Masyarakat Ponorogo yang ingin berpergian ke Kota Batu atau ke Kota Malang menggunakan akomodasi umum kini sudah tak lagi bingung. Sebab, Perusahaan Otobus (Po) Bagong telah membuka trayek baru dari Ponorogo menuju Kota Malang dan sebaliknya.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Seloaji, Purwanto mengatakan, jika PO Bagong telah resmi mengoperasionalkan trayek Ponorogo – Malang sejak tahun lalu, tepatnya tanggal 13 Desember 2023.
“Tanggal 13 Desember kemarin dibuka trayek Ponorogo-Malang, sekaligus perdana untuk jalan,” ungkap Purwanto.
Purwanto menjelaskan, nantinya rute yang di lalui bus Bagong yakni, Terminal Seloaji – Dolopo – Madiun – Caruban – Nganjuk – Papar – Pare – Ngantang – Kota Batu dan terakhir Kota Malang.
Sedangkan untuk sebaliknya dari Kota Malang melalui rute yang sama dengan keberangkatan.
“Jadi rutenya sama berangkat dengan pulang, kalau dari Ponorogo liwatnya via Batu,” imbuhnya.
Untuk tarif rinci, trayek Ponorogo – Malang Rp 90.000 ; Ponorogo – Ngantang Rp 70.000 ; Ponorogo – Pare Rp 60.000 ; Ponorogo – Nganjuk Rp 40.000 ; Ponorogo – Madiun Rp 20.000. Sedangkan untuk tarif dari Malang ke Ponorogo harganya sama dengan keberangkatan.
“Kalau harga yang jelas menyesuaikan dengan tujuannya, tapi untuk tarif dari Ponorogo atau dari Malang sama,” terangnya.
Sedangkan untuk keberangkatan Bus Bagong, Purwanto menyebut jika ada empat keberangkatan setiap harinya dari Terminal Seloaji, untuk jam pertama 03.00 ; jam kedua 08.00 ; jam ketiga 9.55 dan jam keempat 15.10 WIB. Untuk yang dari Malang juga ada empat keberangkatan, jam pertama 08.10 ; jam kedua 10.10 ; jam ketiga 15.10 ; jam keempat 17.10 WIB.
“Jadwalnya resminya yang diinformasikan dari PO Bagong seperti itu, jadi masyarakat bisa menyesuaikan sendiri,” terang Purwanto.
Purwanto berharap dengan adanya trayek baru di terminal Seloaji Ponorogo tersebut bisa menambah antusiasme masyarakat untuk naik bus.
“Harapannya ya bisa awet, ramai, penumpang juga banyak,” pungkas Purwanto.
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Dhita Septiadarma



















