Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan Pemilu 2024 bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di dalam negeri berbeda dengan di luar negeri karena dilaksanakan lebih awal.
Salah satu warga Tulungagung yakni Yan Christanto warga Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung ikut pencoblosan di luar negeri. Hal ini menjadi pengalaman pertama dan tidak terlupakan baginya.
Dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Yan Christanto saat ini sedang berada di Kota Den Haag Belanda lantaran sedang mengikuti event sepeda sejak Sabtu (10/2/2024) kemarin. Di Belanda saat ini sedang dilangsungkan Pemilu 2024 bagi WNI yang sedang berada di luar negeri dan sudah disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Meski jauh dari rumah, Yan Christanto tidak ingin melewatkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dan tetap berpartisipasi dengan mengikuti pencoblosan. Ini pengalaman sulit untuk dilupakan oleh Yan Christanto lantaran mengikuti Pemilu di luar negeri ini pertama baginya.
“Di Belanda mulai pencoblosan sejak Sabtu (10/2/2024) kemarin, jadi tidak sama dengan pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang akan digelar serentak pada 14 Februari 2024 mendatang,” kata Yan Christanto, Senin (12/2/2024).
Pada pemilihan di Belanda ini, Yan Christanto melakukan pencoblosan pada TPS 7 yang berlokasi di gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Den Haag Belanda bersamaan dengan WNI lainnya.
Berbeda dengan pemilu di tanah air, pelaksanaan pencoblosan di sana terbilang meriah karena ada bazar toko-toko Indonesia.
Diketahui bazar tersebut tidak beda jauh dengan bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang biasa digelar di Indonesia, yang mana banyak dagangan khas nusantara yang dijual seperti pecel Madiun, makanan padang, kerupuk, hingga pernak – pernik dan aneka pakaian khas nusantara, sehingga menjadi obat rindu bagi WNI di sana.
“Jadi di gedung itu tidak hanya ada TPS saja, melainkan juga ada bazarnya juga, sehingga pelaksanaan pencoblosan dikemas sebagai obat rindu bagi para WNI akan kampung halamannya,” jelasnya.
Selama proses pencoblosan, semuanya berjalan lancar mulai dari TPS dibuka sampai dengan akhir. Para pemilih yang datang antre dengan rapi tanpa ada yang menyerobot antrean. Para petugasnya juga ramah namun tegas, sehingga pemilih yang sudah terdaftar dipersilahkan masuk dahulu dan disusul pemilih tambahan.
Berbeda dengan di Indonesia, di Belanda sendiri saat ini masih masuk musim dingin, suhu di luar ruangan bisa mencapai 8 derajat celcius, iklim terbilang sangat dingin baginya. Dia harus memakai jaket tebal untuk datang menuju TPS lantaran masih belum terbiasa dengan suhu yang ada di Belanda.
“Bagi WNI yang belum terbiasa dengan suhu sedingin ini, tentunya akan sedikit terganggu dan harus memakai jaket yang tebal untuk bisa bertahan dalam suhu seperti ini,” pungkasnya.
Sementara, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, Safari Hasan menyebut, total ada 363 warga Tulungagung yang terdaftar menggunakan hak pilihnya di luar negeri. Pemilih di luar negeri sudah mulai menggunakan hak pilihnya sejak Senin (5/2/2024) sampai dengan tanggal 14 Februari 2024 mendatang.
Sedangkan untuk warga Tulungagung paling banyak menyalurkan hak pilihnya di KJRI Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam dengan total sebanyak 99 orang pemilih. Diketahui, mayoritas para pemilih tersebut merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Tulungagung yang belum bisa pulang tepat pada tanggal 14 Februari 2024.
“Karena menggunakan hak pilih di luar negeri, mereka hanya bisa memilih capres cawapres serta DPR RI saja ikut daerah pilihan (dapil) jakarta I,” kata Safari Hasan.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















