30 Persen Jalan di Kabupaten Trenggalek Rusak Parah, Digelontor Dana Rp 60 Miliar

30 Persen Jalan di Kabupaten Trenggalek Rusak Parah, Digelontor Dana Rp 60 Miliar

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 30 persen jalan di Kabupaten Trenggalek mengalami kerusakan parah. Kerusakan itu dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pondasi jalan hingga tonase kendaraan yang melebihi batas maksimal.

Untuk menanggulangi itu sebanyak Rp 60 miliar dana dikucurkan untuk memperbaiki sebagian kerusakan jalan tersebut.

“Kerusakan jalan itu terjadi secara sporadis di sejumlah kecamatan. Dari total ruas jalan kabupaten 933 kilometer 70 persen di antaranya dalam kondisi baik dan sekitar 270 kilometer atau 30 persen mengalami kerusakan parah,” kata Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Ramelan.

Read More

Kondisi tanah atau pondasi jalan jadi penyebab jalan itu mengalami kerusakan. Kondisi tanah yang labil, lanjut Ramelan membuat struktur aspal mudah retak dan mengelupas. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya kendaraan melintas melebihi batas kekuatan jalan. Sebab jalan di Trenggalek itu rata dibangun untuk tonase maksimal 8 ton.

Selain tonase kendaraan, kualitas pembangunan juga jadi sebab. Ramelan menyebut keterbatasan anggaran di APBD membuat proses pembangunan maupun perbaikan jalan menjadi tersendat sehingga terkadang langkah pemerataan jadi pilihan bagi pemerintah. Dampaknya umur jalan tidak bisa bertahan lama.

“Membangun berkualitas risikonya volumenya nggak banyak atau pemerataan, rata seluruhnya dibangun tapi ya umurnya paling 2 tahun sudah rusak. Kalau melihat hotmix (aspal, red) dulu itu paling 2 sentimeter kalau sekarang minim 5 sampai 7 sentimeter,” imbuhnya.

Berkaca dari itu, PUPR kata Ramelan mulai melakukan penguatan jalan dengan cor beton untuk ruas jalan yang sering dilintasi kendaraan dengan tonase besar. Untuk menunjang perbaikan sebagian ruas jalan yang rusak itu, pemerintah daerah mengalokasikan sebanyak Rp 60 miliar. Namun dia menyebut anggaran itu belum mampu menuntaskan keseluruhan kerusakan.

“Anggaran jalan PUPR tahun 2024 Rp 60 miliar, terdiri dari Rp 28 miliar DAK, sisanya pokir, musrenbang dan lain-lain. Beberapa ruas jalan yang mendapat alokasi anggaran besar tahun ini antara lain Suruh-Gandu Rp 11,6 miliar, Suruh Rp 11 miliar dan ruas Kedunglurah-Krandegan senilai Rp 4 hingga 5 miliar. Serta beberapa ruas jalan lain dengan anggaran di bawahnya,” ujarnya.

Disisi lain, Ramelan menyebut pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan perbaikan jalan ke pemerintah pusat senilai Rp 93 miliar. Ada tiga ruas jalan yang diusulkan perbaikannya dari pemerintah pusat. Tiga ruas yang diusulkan ke pemerintah pusat yakni Ngetal-Munjungan, Kedunglurah-Gandusari sama Sumberingin-Gandusari.

“Nanti keputusan akhir di pemerintah pusat. Nilainya besar, dari tiga ruas yang kami usulkan sekitar Rp 93 miliar. Dari tiga itu yang sudah hijau di aplikasi Ngetal-Munjungan. Dari tiga itu yang sudah disetujui pusat ya itu Ngetal-Munjungan,” pungkasnya.

Reporter   : Angga Prasetya

Editor       :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *