“Jadi ini sebetulnya terobosan baru kita, karena kalau imbauan saja tanpa diimbangi pengecekan di lapangan kurang efektif. Pertama kita ingatkan sampai dua kali lewat kegiatan-kegiatan kami yang dilakukan di lingkungan sekolah. Kalau masih tetap, terpaksa kita sanksi tilang,” ujarnya.
Dia memaklumi perihal siswa yang membawa motor ke sekolah itu. Sebab di Bumi Menak Sopal, khususnya di daerah pegunungan jarang ada kendaraan transportasi umum seperti umumnya di area perkotaan.
Namun disisi lain, keselamatan pengguna kendaraan itu juga tak boleh terabaikan. Apalagi kalangan pelajar cukup menyumbang angka besar dalam rekapitulasi data kecelakaan.
“Ini adalah bentuk rasa sayang dan cinta kami kepada generasi penerus bangsa. Untuk itu kita lebih mengedepankan edukatifnya,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















