Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sepanjang tahun 2024, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mencatat adanya ratusan peristiwa kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tulungagung. Bahkan setidaknya ada tiga titik black spot yang rawan terjadi kecelakaan di Tulungagung.
Baca Juga :518 Knalpot Brong Dimusnahkan, Kapolres Ponorogo: Hasil Sitaan Selama Satu Tahun
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila mengatakan, selama pelaksanaan operasi lilin semeru 2024 kawasan black spot dipetakan. Selain rawan terjadi kecelakaan lalu lintas titik itu juga rawan kemacetan.
Sesuai hasil pemetaan itu, tiga titik black spot itu diantaranya berlokasi di simpang tiga jetaan Kecamatan Kauman, jembatan lembu peteng Kutoanyar dan jalan nasional di Kecamatan Ngantru. Diketahui, ketiga titik blackspot itu tentunya memiliki angka kecelakaan yang tinggi sepanjang tahun 2024 di Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga :518 Knalpot Brong Dimusnahkan, Kapolres Ponorogo: Hasil Sitaan Selama Satu Tahun
“Sebelum pelaksanaan operasi lilin semeru kemarin, kami lebih dahulu melakukan pemetaan titik blackspot, sehingga selama pelaksanaan operasi lilin semeru, kami bisa melakukan langkah antisipasi,” kata AKP Taufik Nabila, Rabu (1/1/2025).
Terkait angka kecelakaan, ungkap Taufik, pihaknya mencatat jika sepanjang tahun 2024 kemarin ada sebanyak 936 kasus kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan kepada Satlantas Polres Tulungagung. Sedangkan korban jiwanya, dari ratusan kasus itu ada sebanyak 140 orang korban meninggal dunia atas kasus kecelakaan.
Baca Juga :Berkah Libur Nataru, Produsen Kue Bolen Pisang di Desa Keras Jombang Banjir Pesanan
Namun jika dibandingkan dengan data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023 yang lalu, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas pada 2024 menurun. Pasalnya, saat itu angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2023 mampu mencapai 1.400an kasus kecelakaan di Tulungagung.
“Kasus kecelakaan lalu lintas saat ini turun drastis dibandingkan dengan kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023 kemarin,” ungkapnya.
Baca Juga :Disnaker Monev dan Sosialisasi Penerapan UMK Kabupaten Kediri 2025
Bahkan selain angka kasusnya yang menurun, jelas Taufik, tingkat fatality rate kecelakaan lalu lintas di Tulungagung pada tahun 2024 juga sangat rendah yakni hanya ada di angka 12 persen. Adapun mayoritas penyumbang angka kecelakaan lalu lintas berasal dari pengendara kendaraan roda dua.
Menurut Taufik, hal ini membuktikan jika berbagai langkah antisipasi yang dilakukan oleh petugas Satlantas Polres Tulungagung dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas sudah berjalan maksimal. Mulai dari sosilasisasi berlalu lintas ke sekolah-sekolah hingga penindakan pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga :Sembilan dari Ratusan Narapidana di Trenggalek Dapat Remisi Khusus, ini Alasannya
“Tentunya petugas kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, seperti sosialisasi berlalu lintas termasuk juga penindakan bagi pelanggar lalu lintas,” pungkasnya.



















