Blitar, SEJAHTERA.CO – Keluarga mengungkap fakta ngeri kasus kematian MKAA, pelajar MTs Al-Mahmud, Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar yang tewas usai diduga dilempar kayu.
Baca Juga :Cabuli Murid SD, Penjual Condong Asal Kediri Diringkus Polisi
Paku yang menancap di kepala bagian kepala belakang, dalamnya 2,8 sentimeter atau hampir 3 sentimeter.
Hal itu diungkapkan Ikhwal Ricky, paman korban atau adik dari ibu korban. Ditemui ketika ziarah di makam, Ikhwal mengakui sempat melihat luka yang menyebabkan keponakannya menghembuskan nafas akibat perlakuan oknum ustadz atau gurunya.
“Iya, segitu lukanya kedalamannya 2,8 sentimeter. Itu yang akhirnya mengakibatkan meninggal dunia. Kala udi kening hanya luka lecet,” kata Ikhwal, Jumat (27/9/2024).
Baca Juga :Cakada Tak Bisa Sembarangan Kampanye di Media Masa, Ini Penjelasan Komisioner KPU Ponorogo
Dia mengatakan, dalamnya luka menyebabkan darah di kepala tak bisa keluar dan diduga darah sudah menyelimuti lapisan otak. Beberapa jam sebelum dimakamkan, keluarga melihat kepala belakang bagian tengah berlubang dan menggelembung alias benjol.
“Ya, karena darahnya tak bisa keluar akhirnya menggumpal di kepala. Bahkan, saya meyakini kalau dalamnya paku menancap di bagian kepala belakang itu sudah pasti menembus otak. Itu yang akhirnya membuat keponakan saya tak sadar diri,” katanya.
Baca Juga :Cakada Tak Bisa Sembarangan Kampanye di Media Masa, Ini Penjelasan Komisioner KPU Ponorogo
Logika itu semakin menguat ketika mendengar hasil Analisa dokter. Dokter sempat sangsi ketika hendak mengambil tindakan penyelamatan. Dia menduga jika kayu yang ada pakunya itu tidak dilemparkan, tetapi dipukulkan. “Ya itu hanya Analisa saja. Kasihan sebenarnya,” katanya.
Dia memaparkan, keluarga mendapat kabar soal peristiwa itu pada Minggu pagi, (15/9/2024). Beberapa saat kemudian, menyusul ke RSUD Srengat. Keluarga menyangka korban meninggal akibat sakit sesak nafas, karena memiliki keluhan sesak nafas.
Di rumah sakit milik Pemkab Blitar korban sempat dirawat, tetapi medis tak bisa berbuat banyak karena luka parah. Akhirnya pada Minggu siang dibawa ke RSUD Kabupaten Kediri dan Selasa (17/9/2024) nyawanya tak tertolong.
Baca Juga :Dilempar Kayu Berpaku oleh Oknum Guru, Pelajar MTs Tewas dengan Luka di Kepala
“Dokter sudah curiga. Kalau kejatuhan kayu tidak mungkin. Pasti ada sesuatu, seperti dilemparkan atau dipukulkan. Ini melihat dari posisi lukanya,” katanya.
Setelah ditelusuri, dia menerima kabar jika ada dugaan tertusuk paku karena dilempar kayu. Ada sejumlah pihak yang menyarankan untuk melapor polisi. Tetapi karena selama ini korban tinggal bersama neneknya, neneknya tak bisa berbuat banyak.
“Saya akui ibu wong deso. Takut kalau berurusan akhirnya saat itu menerima sebagai musibah biasa,” katanya.
Saat ini, pihaknya pun menunggu proses lebih lanjut.
Baca Juga :KPU Jombang Siap Gelar Kirab Maskot Pilkada 2024 di 21 Kecamatan
Seperti diketahui, kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Pelajar MTs tewas usai dilempar kayu berpaku dan menancap di kepala.
Informasi yang berhasil dihimpun kejadian sekitar seminggu lebih. Hanya saja baru tercium warga beberapa hari lalu. Polisi pun akhirnya bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai pengurus sekolah, oknum guru hingga keluarga korban. Termasuk rumah sakit yang menangani.
Baca Juga :Masa Kampanye, Ratusan Baliho Petahana di Kabupaten Blitar Mulai Diturunkan
Korban dugaan kekerasan itu adalah K (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sementara oknum guru adalah U, yang sehari-hari mengajar di MTs swasta plus di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok. MTs ini adalah sekolah favorit yang dikelola oleh sebuah yayasan.
Penganiayaan itu berawal pada ketika oknum guru mendapati korban yang masih nongkrong, beberapa teman bermain badminton dan berkegiatan lain. Padahal saat itu sudah waktunya salat Dhuha.
Awalnya diminta beranjak tetapi tak direspons, akhirnya oknum guru emosi. Puncaknya spontan melempar kayu dan mengenai kepala korban. Fatalnya kayunya ada paku.
Baca Juga :Tak Tampung PPDB, Komisi C DPRD Kota Batu Berikan Perhatian Pemberlakuan Jalur Zonasi hingga RW
Begitu mendapati korban tak bergerak, sejumlah siswa lain panik. Oleh guru dan pengurus sekolah dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar. Tetapi ternyata karena parah, angkat tangan. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, dirujuk ke RSUD di Kabupaten Kediri. Tetapi ternyata nyawanya sudah tak tertolong.



















