Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lamongan Tanaman Jagung di Lahan Baku Sawah 10 Hektare

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lamongan Tanaman Jagung di Lahan Baku Sawah 10 Hektare
Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto bersama petani Desa Kendali menanam benih jagung Piton N 137 (Suprapto)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Polres Lamongan menanam jagung di lahan baku sawah di Desa Kedali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, Kamis (31/7/2025).

Inisiatif menanam jagung ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi pertanian.

Penanaman perdana jagung seluas 10 hektare ini merupakan hasil kolaborasi Polres Lamongan dengan PT . Nikos Jaya Benih Unggul dengan dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian, kepala Dinas Pengairan Kabupaten Lamongan, Camat Pucuk, dan Kepala Desa Kedali Imam Mawardi.

Read More

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menjelaskan bahwa program ini adalah bukti nyata sinergi antar berbagai pihak.

Baca Juga :Pengecatan Tribun Capai 98 Persen, Perbaikan Rumput Lapangan Stadion Brawijaya Terus Dikebut

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi pertanian dan kemandirian pangan,” ujarnya.

Dalam penanaman jagung Kapolres Lamongan memberikan bantuan berupa benih jagung Piton Benih Unggul N137 Piton dan pupuk. PT. Nikos Jaya Benih Unggul.

Perusahaan tersebut berperan vital dengan menyediakan benih dan pupuk. Program ini menargetkan produktivitas jagung antara 8 hingga 10 ton per hektare.

Kapolres Lamongan Agus Dwi Suryanto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. Ke depan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait akan terus mendorong optimalisasi lahan tidur dan hutan produktif melalui sistem tumpang sari, tanpa merusak ekosistem hutan.

“Kami tidak hanya fokus pada jagung, ke depan tanaman pangan lain seperti padi dan palawija juga akan dikembangkan untuk menopang ketahanan pangan Kabupaten Lamongan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :Pemkab Kediri Imbau Warga Pasang Bendera Merah Putih Mulai 1 Agustus

Lamongan memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung, seperti di Kecamatan Solokuro, yang mampu panen setiap tiga bulan.

Potensi ini akan terus digali dan diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Secara teknis, 100 kilogram benih jagung disuplai untuk lahan 10 hektare ini, dan akan ditambah sesuai kebutuhan pola tanam.

“Kami siap menyalurkan bantuan benih dan pupuk ke wilayah lain yang memiliki komitmen dan kesiapan lahan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Pertanian,” ujarnya..

Nurkhan, Direktur PT Nikos Jaya Benih Unggul menjelaskan bahwa kemitraan strategis dengan Polres Lamongan bertujuan membantu petani lokal meningkatkan hasil pertanian, terutama di lahan kering dan terbatas.

“Kami bekerja sama dengan Kapolres Lamongan dalam program ini. Harapannya adalah agar para petani mendapatkan hasil maksimal dengan menggunakan benih yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga :Pelajar Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas saat Operasi Patuh Semeru 2025 di Ponorogo

Benih Jagung N 137 Piton produksi PT Nikos Jaya Benih Unggul diyakini mampu mengatasi tantangan iklim dan lahan kering.

“Keunggulan utama N137 Piton ini adalah ketahanannya terhadap bulai dan cuaca panas. Selain itu, benih ini terbukti memiliki rendemen tinggi serta produktivitas yang sangat baik, terutama di wilayah yang kekurangan air,” terang Nurkhan.

Nurkhan menambahkan bahwa Piton N137 juga telah terbukti berhasil menghasilkan panen melimpah di berbagai uji lapangan.

“Kami berharap kontribusi bibit unggul ini dapat meningkatkan produksi jagung nasional dan membantu petani Lamongan mencapai swasembada pangan, ” harapnya

Kepala Desa Kedali Imam Mawardi mengungkapkan bahwa mayoritas petani di desanya telah lama menanam padi (dua kali setahun) dan palawija, termasuk jagung.

Baca Juga :Jumlah Kecelakaan di Tulungagung Turun 32 Persen Selama Operasi Patuh Semeru 2025

Namun, serangan hama tikus seringkali menjadi kendala, menyebabkan hasil panen padi hanya mencapai 30 – 40 persen.

“Kami berharap program penanaman jagung dari Polres Lamongan ini menjadi solusi berkelanjutan bagi petani,” ujarnya.

Imam Mawardi juga menyampaikan bahwa Desa Kedali merupakan daerah tadah hujan dan belum memiliki irigasi yang memadai.

Ia telah beberapa kali mengajukan permohonan ke Dinas Pengairan untuk menghubungkan desanya dengan Rowo di Waru Kulon sebagai sumber irigasi.

Meskipun demikian, ia bersyukur desa ini memiliki sumber daya sumur bor dengan kedalaman 12 – 20 meter yang sangat membantu petani.

Baca Juga :Wakil Menteri Pertanian Resmikan Instalasi Biogas PT Greenfields Indonesia di Blitar

“Kami berharap seluruh masyarakat Desa Kedali dapat bersinergi untuk mensukseskan program ketahanan pangan ini demi kemakmuran dan kerukunan bersama,” ucapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *