Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadan, sejumlah bahan pokok (Bapok) di Tulungagung mulai mengalami kenaikan harga.
Hal ini disinyalir terjadi lantaran adanya kegiatan megengan yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang di Pasar Ngemplak Kabupaten Tulungagung, Ipin menyebut, saat ini terdapat sejumlah bapok yang mulai mengalami kenaikan harga.
Diantaranya seperti cabai rawit yang sejak Senin (24/2/2025) kemarin harganya sudah menyentuh angka Rp 100 ribu perkilogram.
Baca Juga :Tikam Teman Pakai Potongan Besi, Pemuda Desa Gampingan Malang Diamankan, Ini Penyebabnya
Padahal pada pekan kemarin, harga cabai rawit di pasaran masih menyentuh angka Rp 55 ribu sampai dengan Rp 60 ribu berkilogram meski stok cabai rawit terpantau aman.
Harga cabai rawit di Kabupaten Tulungagung naik sekitar 45 persen dari harga sebelumnya.
“Stok cabai rawit masih melimpah, tetapi memang harga dari pengepul juga naik. Telur ayam juga naik, dari yang semula Rp 28 ribu perkilogram, sekarang sudah seharga Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu perkilogram,” kata Ipin, Rabu (26/2/2025).
Ditempat terpisah, salah seorang pedagang daging ayam potong, Yanti menyebut, harga daging ayam saat ini juga mulai mengalami kenaikan harga.
Diketahui, sebelumnya daging ayam potong seharga Rp 32 ribu, sedangkan kini harga daging ayam potong naik menjadi Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu perkilogram.
Meski harganya naik, daya beli masyarakat terhadap daging ayam potong juga tidak mengalami penurunan, dan bahkan permintaan dari masyarakat juga ikut naik.
Pasalnya, pada hari biasa permintaan daging ayam potong perhari hanya 50 kilogram saja, sedangkan saat ini melonjak hingga satu kuintal perhari.
“Daya belinya justru meningkat, hari biasa saja perhari hanya laku 50 kilogram. Saat ini permintaan dari masyarakat semakin meningkat, satu hari bisa 1 kuintal terjual,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Pasar Ngemplak Tulungagung, Moh. Hasan Habibi mengatakan, kenaikan harga bapok di Pasar Ngemplak Tulungagung sebenarnya memang sudah terjadi sejak pekan kemarin.
Baca Juga :Pemkab Kediri Terbitkan SE untuk Tempat Hiburan Selama Puasa Ramadan
Namun terhitung sejak Senin (24/2/2025) hingga kini, kenaikan harga bapok justru semakin tinggi.
Menurut Habibi, fenomena kenaikan harga bapok ini memang kerap terjadi menjelang perayaan bulan suci ramdhan, ditambah adanya kegiatan megengan yang dilakukan oleh masyarakat. Meski begitu, pihaknya memastikan jika kenaikan harga bapok ini hanya akan terjadi sampai dengan H+7 bulan Ramadan mendatang.
“Biasanya kenaikan harga ini akan terjadi sampai seminggu setelah awal Ramadan. Setelah itu harga akan kembali normal, dan akan naik lagi menjelang perayaan idul fitri,” kata Moh. Hasan Habibi.



















