Jombang Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2025

Jombang Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2025
Acara doa bersama menyambut tahun baru 2025 di Pendopo Kabupaten Jombang. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemkab Jombang menyelenggarakan doa bersama lintas agama untuk menyambut tahun baru 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Pendopo Kabupaten Jombang pada Selasa (31/1/2024) malam. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai tokoh agama, masyarakat, dan unsur Forkopimda.

Baca Juga :Dugaan Pungli PTSL Desa Gebangkerep, Kejari Nganjuk Sampaikan Kesimpulan ini

Doa bersama ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat selama tahun 2024 sekaligus harapan akan kedamaian, keselamatan, dan kemajuan di tahun 2025.

Read More

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, yang mewakili Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah momentum refleksi, rasa syukur, dan harapan untuk menjadi lebih baik di masa depan.

“Kehidupan adalah perjalanan yang membutuhkan refleksi dan persiapan. Jangan pernah lelah untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Agus Purnomo dalam sambutannya.

Baca Juga :Ini Capaian Kejaksaan Negeri Nganjuk Selama Satu Tahun Terakhir

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Jombang, tokoh lintas agama, serta pengurus organisasi sosial dan keagamaan.

Dalam acara ini, doa lintas agama dipimpin oleh perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Hal tersebut mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan masyarakat Jombang yang dikenal beragam.

Sementara itu, ceramah keagamaan dalam acara tersebut disampaikan oleh Gus Sa’dulloh Syarofi, yang mengajak masyarakat untuk memasuki tahun baru dengan semangat kebersamaan, introspeksi, dan harapan baru.

Baca Juga :Angka Kejahatan Menurun Signifikan Selama Tahun 2024, ini Kata Kapolres Kediri

Ia menekankan bahwa tahun baru adalah momentum penting untuk memperbaiki diri. “Kita harus membuka pintu maaf sebesar-besarnya kepada siapa saja, baik keluarga, teman, maupun masyarakat sekitar, karena dengan itulah hati kita akan menjadi ringan,” ungkapnya.

Gus Sa’dulloh juga mengingatkan agar masyarakat terus menjaga harmoni dan toleransi.

“Kabupaten Jombang dikenal sebagai kota santri, tetapi juga merupakan rumah bagi saudara-saudara dari berbagai agama. Mari kita rawat keberagaman ini dengan penuh kasih sayang, sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” lanjutnya.

Baca Juga :Ratusan Sapi Mulai Terjangkit PMK , Disnakkan Kabupaten Blitar: Peternak Diharap Waspada

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap optimis menghadapi tantangan di tahun yang baru.

“Apa pun kesulitan yang kita hadapi, jangan pernah menyerah. Dengan semangat kebersamaan dan doa, insyaAllah kita bisa mengatasinya bersama,” pungkasnya.

Acara ini diakhiri dengan ucapan selamat tahun baru dari seluruh peserta, diiringi harapan bahwa Jombang akan terus menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *