Minyak Goreng Naik, Pedagang Tahu Goreng di Blitar Kelimpungan

minyak goreng tahu
Mamik Supriyatin ketika menggoreng tahu di dapurnya. (aziz/memo)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Kenaikan harga minyak goreng curah di Kota Blitar membuat pelaku usaha kecil kelimpungan. Para pedagang terpaksa menaikkan harga jual agar tidak merugi.

Baca juga:Mutasi Pemkot Blitar Ukir Sejarah, Jabatan Sekda Bergeser Jadi Staf Ahli

Hal itu dialami Mamik Supriyatin, warga Jalan Kali Krasak, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo. Selama 10 tahun menjalankan usaha tahu goreng, baru kali ini ia merasakan kenaikan bahan baku secara bersamaan.

Read More

“Serba pusing. Bagaimana tidak, tiga bahan naik semua,” katanya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga:Mutasi Perdana di Era Wali Kota Blitar, Sekda Priyo Suhartono Dipindah ke Staf Ahli

Ia menjelaskan, tiga bahan utama yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng, plastik kemasan, dan kedelai sebagai bahan baku tahu. Harga minyak goreng curah kini mencapai Rp21 ribu per liter. Namun karena membeli dalam jumlah besar, ia mendapatkan harga sekitar Rp20 ribu per liter.

Akibat kenaikan tersebut, Mamik akhirnya menyesuaikan harga jual. Untuk 10 potong tahu goreng kini dijual Rp3.100, naik dari sebelumnya Rp3.000.

“Setelah kami hitung, naik Rp100 saja. Itu pun banyak konsumen yang kaget. Kalau tidak dinaikkan, kami bisa bangkrut,” keluhnya.

Perempuan berusia 46 tahun itu menambahkan, harga plastik kemasan juga melonjak tajam. Ia biasa membeli plastik dalam jumlah besar hingga puluhan bal.

Sebelumnya, harga satu karung plastik sekitar Rp800 ribu, kini naik menjadi Rp1,4 juta. Kenaikan tersebut semakin menambah beban biaya produksi.

Baca juga:Jelang Musim Kemarau, BPBD Blitar Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Siapkan Droping Air

“Pokoknya benar-benar terasa kenaikannya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *