“Pelaku langsung emosi memukul korban sebanyak dua kali hingga IYL sempat lari. Karena dikejar, korban dipiting pelaku dan terjatuh hingga kepala korban dibenturkan lebih dari lima kali sampai lemas,” ucapnya.
Tak hanya itu, TLM kemudian mengambil pisau dengan panjang hampir 10 sentimeter di motornya hingga melancarkan aksinya dengan memiting dan melakukan penusukan ke perut korban sebanyak lima kali. Akibatnya, korban menjadi lemas hingga mengalami pendarahan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan, TLM melarikan diri dan barang buktinya dilemparkan ke Sungai Desa Gedangsewu Kecamatan Pare.
“Usai melancarkan aksinya, TLM kembali pulang ke rumahnya dan bekerja seperti biasa. Tak lama kemudian, diamankan pihak kepolisian,” ungkap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.
Berdasarkan hasil visum, lanjut dia, korban mengalami luka tusukan pada bagian perut hingga mengenai organ dalam. Kemudian, motif dari kejadian tersebut dikarenakan TLM cemburu mendengar korban menerima telepon dari laki-laki lain.
Menurut Aji Rahmadi, pisau yang digunakan TLM untuk menusuk korban sebelumnya telah disiapkan di dalam jok motornya.
Sebelumnya TLM memesan pisau lipat secara online dengan panjang hampir 10 sentimeter disiapkan jok motor. Sedangkan, tujuannya membawa pisau itu memberikan ancaman.
“Sampai saat ini pisau itu masih dalam pencarian pihak kepolisian termasuk baju bekas darah. Itu sudah dilakukan, tapi belum ditemukan,” pungkasnya. (diy)
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma



















