Malang, SEJAHTERA.CO –Aksi pembobolan SD Negeri Sukoanyar 02 Pakis Kabupaten Malang akhirnya diungkap anggota Unit Reskrim Polsek Pakis, Rabu (17/4). Polisi menangkap dua pelaku, MT (24) warga Dusun Cokro dan Sn (19) warga Dusun Glongsor Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dirumah nya.
Kapolsek Pakis, AKP Sunarko Rusbiyanto menjelaskan jika anggotanya berhasil mengungkap pembobolan salah satu sekolah di Sukoanyar yang terjadi saat malam takbir Hari Raya Idulfitri kemarin.
“Kedua tersangka membobol jendela sekolah dengan menggunakan obeng. Setelah berhasil masuk ke area sekolah, langsung mencari tempat penyimpanan barang milik sekolah,” terangnya, Rabu (17/04).
Dalam aksi pembobolan sekolah tersebut kedua tersangka berhasil membawa kabur lima buah laptop, dua buah LCD dan satu speaker.
“Barang curian itu langsung dibawa pulang. Para tersangka ini kemudian menggunakan media sosial untuk menjual barang curian itu,” urainya.
Petugas Polsek Pakis yang sudah mendapat laporan pencurian itu, lalu melakukan penyelidikan, termasuk di media social.
“Hasil patroli siber anggota reskrim di berbagai platform media social, ditemukan sebuah unggahan (postingan) penjualan laptop yang ciri-cirinya mirip dengan yang dilaporkan pihak sekolah, namun dengan harga yang murah,” jelasnya.
Kemudian anggota melakukan transaksi dan berhasil menemukan tersangka yang diajak ketemuan secara COD.
Dalam pemeriksaan polisi, terungkap bila Taufiqurohman dan Soni sudah membobol lima sekolah.
“Dua sekolah di Pakis dan dua sekolah di Jabung. Sementara satu TKP adalah kafe di Jabung,” beber Narko lagi.
Kepada petugas, mereka mengaku beraksi karena terhimpit kebutuhan ekonomi.
“Atas perbuatan tersebut, keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Para tersangka terancam dengan hukuman pidana penjara selama tujuh tahun,” tutupnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















