Kediri, SEJAHTERA.CO – Pelaku pencurian ponsel tak berkutik ketika ditangkap polisi usai melancarkan aksinya di konser musik Sound Of Crowd Rebellion Rose Threesixty yang digelar di Tirtoyoso Park Kota Kediri, Minggu (2/5/2024) dini hari.
Aksi itu terungkap setelah anggota Polsek Kediri Kota melakukan razia di pintu keluar.
Sedangkan, barang bukti yang diamankan sebanyak 24 ponsel. Tujuh di antaranya hasil pencurian milik komplotan copet yang diamankan petugas kepolisian.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara mengatakan, copet yang diamankan petugas berinisial MR (34) asal Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Awalnya, pelaku bersama lima temannya asal Malang janjian untuk bertemu di kawasan di Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Mereka kemudian mengonsumsi minuman keras (miras) sebelum melancarkan aksinya di konser musik Tirtoyoso Park.
“Di saat itulah kami dapat banyak pengaduan dari penonton karena ponselnya hilang, “ jelasnya, Senin (3/6/2024).
Menurut Ridwan, ada pelapor mengenali terduga pelaku dengan ciri-ciri mengenakan jaket warna Merah Maroon kombinasi abu-abu. Selanjutnya anggotanya langsung melakukan razia di pintu keluar dan pencarian terhadap pelaku.
Pada saat itu, anggota yang melihat pelaku sedang keluar dari lokasi konser musik langsung mengejarnya. Lantas pelaku lari masuk kembali ke arah kerumunan konser musik.
“Sebelum masuk kerumunan pelaku tertangkap, kami geledah dan ditemukan tujuh unit ponsel berbagai merek disimpan dalam tas slempang,” bebernya.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui bahwa tujuh unit ponsel itu didapatkan dengan mencopet para penonton konser musik di Tirtoyoso Park.
Aksi pencurian itu dilakukan secara bersama sama dengan Gopel dan ketiga temannya. Akan tetapi, MR hanya mengenal pelaku Gopel dan ketiga teman Gopel tidak dikenali.
Hingga saat ini, pihaknya menetapkan Gopel beserta temannya yang melarikan diri sebagai daftar pencarian orang (DPO).
“Yang bersangkutan langsung kita amankan. Ada juga beberapa kelompok yang membuang barangnya,” ungkap Kapolsek Kediri Kota.
Tidak berhenti di situ, lanjut dia, anggotanya juga melakukan penyisiran hingga menemukan 17 unit yang dibuang di dekat area panggung musik. Dari 17 unit ponsel, 11 di antaranya berada dalam tas, sedangkan sisanya bertebaran di tanah.
Selanjutnya, barang bukti beserta pelaku MR diamankan ke Mako Polsek Kediri Kota untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kami belum tahu siapa pelakunya. Apakah bagian dari komplotan ini, masih kita dalami dan pengejaran,” bebernya.
Kepada polisi, MR mengaku, disuruh temannya membawa minuman keras dan janjian untuk bertemu di SLG.
Di sanalah, mereka meminum miras dengan teman sekolahnya dulu, Gopel bersama komplotan lain dan berangkat menuju konser musik untuk melancarkan aksinya.
Akan tetapi, laki bekerja sebagai kuli bangunan itu tidak mengetahui identitas temannya tersebut.
“Saya hanya menerima (ponsel curian) saja. Saya nggak tahu prosesnya gimana, saya hanya disuruh diam berada di belakang mereka,” ucapnya.
Lelaki asal Kelurahan Campurejo itu juga mengaku, pencurian tersebut sudah kedua kalinya karena sebelumnya pernah beraksi di wilayah Malang. Pada saat itu, dia bersama temannya berhasil mencuri tiga unit ponsel dan mendapatkan uang Rp 250 ribu.
“Kalau rencananya (ponsel hasil curian) belum tahu akan dijual ke mana,” tutupnya.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma



















