Dikeroyok usai Nonton Konser Musik, Pasutri Lapor Polisi

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pasangan Suami Istri (Pasutri) menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan gerombolan pemuda usai melihat konser musik di kawasan GOR Jayabaya Kota Kediri, Sabtu (29/6/2024) malam. Korban mengalami luka-luka dan melaporkan kejadian ke Polres Kediri Kota.

Aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh segerombolan pemuda itu dilaporkan ke Polres Kediri Kota, Minggu (30/6/2024).

Hal itu diketahui setelah beredarnya video viral di media sosial memperlihatkan aksi pengeroyokan yang dilakukan gerombolan anak-anak muda terhadap pengendara motor yang diketahui sepasang suami istri berboncengan sepeda motor.

Read More

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Iptu Fathur Rozikin membenarkan kejadian tersebut.

“Kemarin pagi korban sudah resmi melaporkan ke kami (Polres Kediri Kota). Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya saat ditemui usai upacara HUT Bhayangkara ke-78 di Balai Kota Kediri, Senin (1/7/2024).

Meski laporan dugaan penganiayaan telah diterima, Fathur belum memberikan keterangan rinci terkait kejadian tersebut. Sebab, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Dia juga membenarkan bahwa video kejadian yang viral di media sosial (medsos) itu di wilayah GOR Jayabaya Kota Kediri.

Dalam penyelidikan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Korbannya itu laki-laki, jadi penyelidikan sementara korban dianiaya laki-laki,” ucap Mantan Kapolsek Kunjang ini.

Sementara itu, salah satu pendamping korban, Hanas Rahmanto mengaku, laporan polisi itu dibuat pada Minggu (30/6/2024) sore.

“Laporan ini kita buat agar situasi tidak memanas, dan lebih lanjut agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” bebernya.

Dia menyebut, pasutri yang menjadi korban pengeroyokan ini merupakan pengantin baru. Dan saat itu mereka ingin melihat konser musik di kawasan GOR Jayabaya  Kediri.

Tidak ada alasan apa-apa, korban ditarik-tarik hingga dikeroyok ketika perjalanan pulang.

Menurutnya, kejadian tersebut membuat pasutri itu terkenal pukulan.  Bahkan, sang suaminya sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

“Kalau si perempuan (istrinya) mengalami luka memar bagian pelipis dan punggung,” ujarnya.

Dia juga meluruskan bahwa kabar yang beredar di masyarakat, yang menyebutkan korban perempuan tersebut dalam kondisi hamil.

“Saat kejadian itu si korban perempuan memang mengaku hamil agar suaminya terlepas dari pemukulan itu. Jadi tidak benar kalau dia itu hamil,” ungkapnya.

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *