Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Selama momen Idulfitri tahun ini, Satreskrim Polres Ponorogo mendata ada enam balon udara yang jatuh di wilayah Bumi Reyog. Balon udara tersebut diduga dari kabupaten tetangga, yakni Trenggalek dan Tulungagung.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Pradana mengatakan jika balon udara yang jatuh tersebut berada di area persawahan dan rumah warga, dimana paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Sukorejo, yang berjumlah 4 titik sedangkan sisanya di wilayah Kota.
“Jatuh di wilayah Kecamatan Sukorejo ada empat dan Kecamatan Kota ada dua. Titik lokasi jatuhnya di area persawahan dan rumah warga,” ungkap Ryo, Jumat (19/4/2024).
Ryo mengatakan jika balon balon tersebut saat ini sudah diamankan di Mapolsek setempat. Selain itu, diduga asal balon udara tersebut dari Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Namun, demikian pihaknya masih akan melakukan pendalaman.
“Paling banyak pas lebaran ketupat atau H+7 Idulfitri, gambaran dari teman teman di kecamatan bukan dari Ponorogo, tapi kita pastikan dulu,” imbuhnya.
Selain itu, selama momen Idulfitri tahun ini pihaknya juga telah menyita sebanyak tiga buah balon dari masyarakat yang rencananya, balon udara tersebut juga akan diterbangkan.
“Selama lebaran tiga balon, kebanyakan remaja di bawah umur. Tapi sudah kita sita BB nya dan kita lakukan tindakan persuasif,” kata Ryo.
Kasatreskrim juga tak henti hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat atau menerbangkan balon udara.
Selain merugikan juga membahayakan keselamatan orang lain. Terlebih Ponorogo dan sekitarnya merupakan jalur lalu lintas pesawat di Lanud Iswahjudi.
“Sudah bukan jamannya lagi (balon udara.red), karena sangat menggangu dan merugikan masyarakat. Jangan sampai jatuh di rumah warga rusak, jatuh di sawah kasian warga juga terganggu lalu lintas penerbangan,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Dhita Septiadharma



















