Blitar, SEJAHTERA.CO – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Blitar menjadi korban perampasan mobil diduga oknum mengaku polisi asal Jombang. Akibatnya korban bernama Anik Usnawati (38) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar merugi Rp 45 juta.
Tak terima mobil yang sudah dibeli dibawa kabur, ibu rumah tangga itu mengadu dan ditangani kepolisian Polres Blitar, Minggu (1/10).
“Iya saya sudah melapor ke Polres Blitar dan sudah dimintai keterangan. Kalau pun mobil yang saya beli bermasalah saya minta uang kembali. Karena saya beli tunai dan surat-suratnya ada,” kata Anik Usnawati, kepada wartawan Koran Memo, Rabu (4/10).
Sebelum dirampas ibu rumah tangga itu membeli mobil Mitsubishi L-300 warna hitam dari warga Wates, Kabupaten Kediri. Usai tawar menawar mobil nomor polisi DE 8915 AC itu dihargai Rp 45 juta. Karena deal, surat-surat diserahkan, mulai STNK, BPKB dan surat Kir.
“Surat-suratnya lengkap. Transaksi terjadi pada 16 September lalu,” katanya.
Karena sudah deal, mobil pun dibawa pulang ke Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo. Lalu pada Rabu malam (27/9) sekitar pukul 20.00 WIB rumahnya didatangi empat orang. Keempatnya menanyakan soal mobil yang baru dibelinya. Salah satunya mengaku oknum polisi.
“Iya ngakunya polisi. Saat saya minta surat soal masalahnya, hanya ditunjukkan sekilas dan diminta lagi. Harusnya saya dikasih tahu. Minta mobil dan surat-surat. Karena takut saya kasihkan. Saya hanya pegang surat Kir dan menjadi bukti saya,” katanya.
Yang membuat dirinya kecewa, dirinya hanya diberi nomor telepon saja. Dan ketika saya telepon ternyata yang menerima ibu rumah tangga yang tak dikenal.
Dirinya sempat mengejar rombongan ketika membawa mobilnya. Tetapi tak bisa berbuat banyak.“Saya hanya ingin mobil saya kembali. Kalaupun tak kembali uang saya kembalikan,” katanya memelas.
Ani Usnawati adalah ibu rumah tangga dua anak. Suaminya bekerja sebagai sopir serabutan.
Dirinya membeli mobil setelah menabung berbulan-bulan. Dengan harapan ingin melancarkan usaha dan punya mobil sendiri. “Hasil nabung. Saya sampai saat ini saya masih trauma,” kata korban perampasan.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan Polres Blitat belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut. Namun informasinya laporan sudah masuk terkait perampasan atau penipuan tersebut.(ziz)
Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Dhita Septiadarma



















