Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Akses jalan penghubung Dusun Bandung dan Dusun Bulusari, Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung tertutup total usai terdampak longsor. Sampai berita ini ditulis proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan untuk membuka kembali akses jalan tersebut.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, bencana longsor yang bencana longsor yang mengakibatkan tertutupnya aksen jalan warga diperkirakan terjadi pada Kamis (18/4/2024) malam.
Pasalnya, pada saat itu sebagian besar wilayah di Tulungagung sedang dilanda hujan deras terutama di Pagerwojo.
Saat itu intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama, kurang lebih selama dua jam. Namun, sampai hujan reda, tidak ada satupun peristiwa bencana yang terjadi di Pagerwojo dilaporkan oleh warga setempat.
“Pada malam itu sebenarnya tidak ada laporan dari warga terkait adanya peristiwa bencana alam yang dialami oleh warga,” kata Iptu Mujiatno, Minggu (21/4/2024).
Namun, pagi harinya salah satu warga yang hendak menuju ladang terpaksa terhenti lantaran terdapat tumpukan material longsor yang menutup akses jalan. Mendapati hal itu, warga tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Pagerwojo.
Setelah menerima laporan itu, petugas Polsek Pagerwojo datang ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas BPBD Tulungagung dan Koramil Pagerwojo. Petugas gabungan dengan warga setempat kemudian melakukan pembersihan material agar jalur tersebut bisa kembali di lalui warga.
“Petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Pagerwojo, Koramil, BPBD Tulungagung dan warga setempat melalukan gotong royong pembersihan material,” ungkapnya.
Selain itu, Mujiatno menyebut, pihaknya memastikan jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran jalan yang tertutup longsor merupakan akses jalan menuju ladang. Diperkirakan kejadian longsor terjadi pada malam hari dan tidak ada satupun warga yang melintas pada saat itu.
Diketahui saat ini akses jalan tersebut sudah mulai bisa dilalui oleh warga setempat, namun proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan agar tidak ada sisa material longsor pada akses jalan tersebut. Dengan demikian, warga dihimbau untuk waspada selama terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, mari bersama sama saling mengingatkan, saling menjaga lingkungan masing-masing agar apabila terjadi bencana, korban bisa diminimalisir,” pungkasnya.(sho)
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















