Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kebakaran hebat melanda Kantor Perhutani di Kabupaten Trenggalek. Bangunan yang terbakar itu adalah Kantor Resor Pengelolaan Hutan Kecamatan Panggul, yang secara administrasi masuk wilayah RT 33/RW 09 Dusun Karang, Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul.
Kebakaran kantor yang masuk wilayah Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan Dongko di bawah naungan Kesatuan Pemangkuan Hutan Kediri itu terjadi pada Selasa (11/6). Kebakaran itu terjadi pada pukul 21.40 WIB.
“Iya, peristiwa itu terjadi tadi malam,” kata Kepala Seksi Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Burhanuddin, Rabu (12/6).
Kebakaran kantor Perhutani Kecamatan Panggul itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar, Anwar (52) dan Isnaini (44) sekitar pukul 21.27 WIB.
Saat itu mereka melihat titik api ada di atap kantor yang lambat laun semakin membesar akibat tertiup angin.
“Melihat kejadian itu, yang bersangkutan langsung meminta bantuan masyarakat untuk memadamkan api,” imbuhnya.
Selain itu, warga juga melaporkan peristiwa itu ke Didik Herkunadi kepala desa setempat dan diteruskan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Kejadian itu diteruskan ke BPBD dan Pos Damkar di wilayah Panggul. Dia menyebut, satu unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi.
“Respons time 7 menit dan lama penyelesaian 1 jam 15 menit,” ujarnya.
Sebanyak 8000 liter air digelontorkan untuk memadamkan amukan Si Jago Merah. Petugas melakukan pemadaman menggunakan pompa portabel dengan sumber air yang digunakan diambilkan dari sumur sawah warga.
Sekitar pukul 23.05 WIB kebakaran di kantor seluas 14×8 m2 itu dapat dipadamkan.
“Kerugian material ditaksir Rp 35 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan Rp 25 juta,” jelasnya.
Petugas gabungan telah melakukan identifikasi peristiwa itu. Dari hasil identifikasi, kebakaran itu diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun seisi kantor ludes terbakar.
“Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor: Gimo Hadi Wibowo



















