Kasus Kerangka Dicor Desa Bacem Ponggok Blitar, Korban Dibunuh, Tersangka Suami Siri

Kasus Kerangka Dicor Desa Bacem Ponggok Blitar, Korban Dibunuh, Tersangka Suami Siri

Blitar, SEJAHTERA.CO – Polisi akhirnya mengungkap tabir misteri kasus penemuan mayat di dalam kamar di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Seperti diprediksi koran ini mayat adalah penghuni rumah bergaya joglo itu.

Selain berhasil mengungkap identitas mayat yang sudah menjadi kerangka, polisi juga menangkap terduga dalang utama dan misteri utama. Mayat itu adalah korban pembunuhan. Tersangkanya adalah suami siri korban.

“Iya sudah ada kejelasan. Mayat kerangka itu adalah istri dari tersangka. Saat ini tersangka sudah kami tahan,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Priyo Sukarno, Jumat (24/11).

Read More

Dia mengatakan identitas korban adalah Fitriani (21) warga Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sementara tersangka yang juga suami siri korban adalah Slamet Hariyadi (31) warga Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Dari hasil penyidikan diketahui, korban dibunuh dengan cara dipukul menggunakan kayu. Selanjutnya usai meninggal, mayat dikubur di dalam kamar selanjutnya dicor dan pintu digembok.

“Barang bukti yang kami sita mulai anting, selimut hingga bekas cor,” katanya.

Perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya ini menjlentrehkan ihwal terungkapnya kasus yang menggrgerkan itu. Berawal ketika adik kandung tersangka, Sugeng Riyadi membeli rumah.

Rumah itu adalah warisan dari orang tuanya keduanya. Itu terjadi dua bulan lalu. Pada November 21 lalu, rumah direnovasi dan dibersihkan.

Dari situlah adik kandung tersangka curiga dengan kondisi salah satu kamar yang digembok dan didalamya dicor. Akhirnya di situlah diketahui jika di dalam cor-coran itu ada kerangka mayat yang ternyata Fitriani, istri tersangka.

“Dari situ kami menyelidiki dan kecurigaan mengarah ke pemilik rumah sebelumnya. Akhirnya kami amankan dan terungkap kasus,” jelasnya.

Polisi pun menyidik dan berhasil mengungkap motif di balik peristiwa tragis itu. Ihwal petaka berawal ketika Oktober 2021 lalu, korban diketahui selingkuh.

Entah apa maksudnya, oleh tersangka korban malah diserahkan ke selingkuhannya dan pasrah. Selang beberapa hari kemudian, ternyata korban kembali pulang ke rumah. Dari situlah awal masalah.

“Keduanya cekcok habis. Puncaknya tersangka memukul korban menggunakan kayu mengenai kepala bagian belakang,” jelasnya.

Usai membunuh, tersangka menunggu dua jam. Korban dibawa ke dalam kamar. Dua jam kemudian tersangka menggali kamar dengan kedalaman 130 sentimeter.

Baju korban dilucuti setelah sebelumnya membersihkan darah di lantai. Korban dimasukkan ke lubang dan kemudian dicor. Dibungkus menggunakan selimut dan diposisikan duduk. “Penggalian mulai pukul 11.30 hingga pukul 18.00,” katanya.

Di hadapan polisi tersangka mengakui perbuatannya. Nekat menghabisi karena selingkuh. “Kesal saja,” kata tersangka dengan enteng. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *