Kebocoran Instalasi BBM SPBU Tempurejo Cemari Sumur Warga, Ternyata Pemkot Kediri Menanti Pemberitahuan Ini

Kebocoran Instalasi BBM SPBU Tempurejo Cemari Sumur Warga, Ternyata Pemkot Kediri Menanti Pemberitahuan Ini

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menanti pemberitahuan resmi Pertamina setelah beberapa sumur warga di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri tercemar Bahan Bakar Minyak (BBM) SPBU Tempurejo.

Pencemaran tersebut diketahui setelah adanya tes tekanan dan hasilnya ada penurunan tekanan karena kebocoran dalam instalasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU Tempurejo.

Sejak Pertamina membuat pernyataan terkait kebocoran pipa yang terjadi di SPBU Tempurejo yang beroperasi di Kelurahan Tempurejo, Pertamina masih berupaya memulihkan sumur warga.

Read More

Sekretaris DLHKP Kota Kediri, Rony Yusianto menjelaskan, proses pemulihan sumur ini akan dilakukan oleh Pertamina seluruhnya sebagai bentuk tanggungjawab atas apa yang terjadi.

“Kemarin pihak Pertamina sudah memberikan statement bahwa memang benar ada kebocoran pipa. Jadi untuk proses recovery akan dilakukan sepenuhnya oleh mereka, untuk metode kami juga belum diberikan kabar terkait hal tersebut,” jelas Rony.

Pihak Pertamina juga belum memberikan kabar lanjutan terkait langkah-langkah yang akan dilakukan usai pencemaran tersebut terbukti karena kebocoran pipa SPBU Tempurejo.

“Harapan kami pihak Pertamina bisa menghubungi dan segera melapor kepada pemerintah Kota Kediri jika memang adanya kebocoran pipa SPBU Tempurejo. Karena mereka beroperasi di wilayah Kota Kediri,” lanjutnya.

Sekretaris DLHKP menyayangkan Pertamina yang belum menghubungi pemerintah daerah perihal keberlanjutan pencemaran yang terjadi.

Sementara itu warga Kelurahan Tempurejo, berharap air sumur kembali normal dan bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari.

“Apapun metodenya, saya cuma mau sumur saya normal lagi, bisa buat kebutuhan sehari-hari. Dan saya harap bantuan dari pemerintah terus jalan sampai nanti selesai masalahnya, saya bergantung ke bantuan air dari pemerintah,” ungkap Sulastri, salah satu warga terdampak.(c1)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *