Jombang, SEJAHTERA.CO – Aksi nekat ratusan anggota diduga dari sebuah perguruan silat di Jombang diamankan.
Ratusan anggota yang diduga dari sebuah perguruan silat melakukan konvoi serta menghadang jalan Nasional di wilayah Kabupaten Jombang.
Karena aksi konvoi dan menghadang pengguna jalan, akhirnya ratusan yang diduga anggota perguruan silat itu mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan warga sekitar.
Petugas kepolisian segera melakukan patroli dan berhasil mengamankan ratusan anggota perguruan silat tersebut di berbagai titik, termasuk di jalan raya Romli Tamim, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.
Meskipun sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan pesilat, namun akhirnya mereka berhasil diamankan di Polres Jombang.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pesilat. Hanya saja aparat kepolisian sudah mengantisipasi hal tersebut, hingga akhirnya 169 lebih anggota perguruan silat, diamankan sementara waktu di Polres Jombang.
Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas yang dapat terjadi akibat kegiatan pengesahan anggota baru salah satu perguruan silat di Mojoagung.
“Dengan mengamankan anggota perguruan silat ini, kami memberikan peringatan kepada siapapun yang hendak mengganggu kamtibmas di Jombang,” ujarnya, Sabtu (9/3).
Menurutnya, tindakan tersebut juga sebagai bentuk antisipasi adanya gangguan kamtibmas di masyarakat serta untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Jombang.
Mayoritas anggota perguruan silat yang diamankan berasal dari luar Jombang, dengan sebagian dari kabupaten Nganjuk, Mojokerto, dan Kediri.
Eko menegaskan bahwa setelah didata, puluhan anggota perguruan silat tersebut akan diserahkan kepada orang tuanya masing-masing.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak mencoba mengganggu kamtibmas di Jombang, dengan ancaman tindakan tegas dari pihak berwajib.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di Jombang untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” tandasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas
Editor : Gimo Hadi Wibowo



















