Blitar, SEJAHTERA.CO – Sedih karena tak juga mendapatkan jodoh, membuat MS (41) bertindak nekat. Warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar ini nekat mencabuli anak bau kencur yang masih satu desa.
Akibat perbuatannya, korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu trauma. Keluarga korban geram dan melaporkannya ke kantor polisi. Kasus persetubuhan anak di bawah umur itu pun kini ditangani aparat. MS pun ngandang di jeruji besi Polres Blitar Kota.
“Langsung kami tahan,” kata Wakapolres Blitar Kota Kompol Yoyok DP, Kamis (19/10).
Peristiwa pilu itu terjadi pada akhir September lalu. Kejadian pada siang hari. Berawal ketika korban baru saja keluar rumah naik sepeda. Ketika sampai di rumah pelaku, korban dihadang.
Korban yang kaget mencoba untuk menghindar. Tetapi pelaku nekat menghentikan laju sepeda. Selanjutnya pelaku mendorong korban yang naik sepeda ke rumah pelaku yang saat itu dalam kondisi sepi.
“Sempat ditawari makan, tetapi korban tak mau,” katanya.
Pelaku pun melancarkan aksinya. Dengan beringas membopong ke kamar. Korban sempat berontak dengan berteriak dan menggigit lengan pelaku. Tetapi itu membuat pelaku semakin bernafsu.
Di dalam kamar itulah korban diduga disetubuhi. Itu setelah sebelumnya melucuti pakaian hingga robek. Puas menyetubuhi memberikan uang Rp 2 ribu kepada korban yang saat itu kondisi menangis.
Akhir korban mengadu ke keluarga dan melaporkannya ke kantor polisi.
Di hadapan polisi MS mengakui perbuatannya. Dia terpaksa menyetubuhi karena kerap terangsang ketika melihat perempuan.
Sementara dirinya masih lama jomblo alias tak punya pacar. “Lagi kepingin kebelet,” katanya dengan enteng. Barang bukti yang disita celana pendek, baju dan sepeda pancal. (ziz)



















