Situbondo, SEJAHTERA.CO – Unit Inafis Polres Situbondo Polda Jatim berhasil mengidentifikasi mayat yang ditemukan di kawasan Hutan Kesambi Petak 11 A RPH Kabuaran BKPH Kabuaran masuk wilayah Desa Banyuglugur Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo.
Proses identifikasi mayat di Banyuglugur itu dilakukan Unit Inafis Satreskrim Polres Situbondo pada Sabtu, 7 Oktober 2023 sekitar pukul 11.00 WIB.
Unit Inafis Satreskrim Polres Situbondo juga melakukan pemeriksaan tempat kejadian temuan mayat Mr. X di Banyuglugur tersebut.
Saat ditemukan, mayat Mr. X memakai kaos warna coklat dan celana pendek biru, kondisi tubuh kulit menghitam dalam keadaan terlentang.
Identitas mayat Mr. X berhasil diidentifikasi dari temuan tas punggung merek Paloatto warna merah hati berisi beberapa potong pakaian dan sarung serta buku catatan yang berisikan nomor ponsel, dan nomor rekening listrik.
Setelah ditelusuri dan berkoordinasi dengan Polsek Binangun Polres Blitar, tidak seberapa lama pihak keluarga menghubungi Unit Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo.
Setelah ditunjukkan barang milik korban melalui foto kaos dan celana serta barang-barang lainnya, pihak keluarga meyakini bahwa mayat laki-laki tersebut adalah Ginarto (37) warga Dusun Unggahan Desa Tawang Rejo Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim AKP Momon Suwito Pratomo, S.H mengatakan, penemuan mayat Mr. X pada Sabtu (7/10/2023) di wilayah Banyuglugur berhasil diidentifikasi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo.
“Dari laporan hasil pemeriksaan di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad Ginarto. Dugaan sementara meninggal akibat sakit,” ujar AKP Momon, Selasa (10/10/2023).
Hasil pemeriksaan di rumah sakit diperkuat keterangan keluarga bahwa korban mempunyai riwayat penyakit depresi.
Selain itu juga mempunyai penyakit TBC dan asam lambung serta temua obat-obatan di lokasi penemuan mayat.
“Penyebab kematian diduga karena sakit yang diderita, dan hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.
Selanjutnya, jenazah Ginarto diserahkan kepada pihak keluarga setelah sebelumnya menolak untuk dilakukan otopsi, dan menerima serta mengiklhaskan kematian Ginarto.
Editor : Muji Hartono



















