Blitar, SEJAHTERA.CO – Operasi Ketupat di wilayah hukum Polres Blitar Kota yang dimulai 4-17 April 2024 resmi berakhir. Hasilnya angka kecelakaan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data di Satlantas Polres Blitar Kota pada Operasi Ketupat 2023 lalu ada 9 kasus kecelakaan. Sementara pada 2024 ini tercatat 14 kasus kecelakaan. Hanya saja pada tahun ini nihil korban jiwa meninggal dunia.
Sementara tahun lalu ada dua yang meninggal dunia. “Perbedaaannya tahun ini salah satunya tidak ada korban jiwa. Kalau tahun lalu ada dua yang meninggal dunia,” kata Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP M. Taufik Nabilla, Minggu (21/4).
Taufik menjelaskan faktor yang paling banyak memicu kecelakaan salah satunya keteledoran pengendara. Banyak pengendara yang tak tertib selama di jalan raya. Salah satunya pindah jalur. Dan itu terjadi pada kendaraan roda dua atau motor. “Kesadaran untuk lalulintas aman memang perlu ditingkatkan,” katanya.
Dia menambahkan dari total 14 kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Blitar Kota sebanyak 28 orang mengalami luka ringan dengan total kerugian material sekitar Rp 20 juta. Sementara pada 2023 lalu pada operasi yang sama ada 20 orang yang luka dan kerugian ditaksir Rp 4 juta lebih.
“Kami akan terus sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran lalulintas,” katanya.
Sementara itu untuk jenis pelanggaran kendaraan di jalan raya bervariasi. Untuk pengendara sepeda motor tetap didominasi pelanggaran tak mengenakan helm pengaman. Jumlahnya mencapai 149 kasus dari total pelanggaran 260 kasus.
Sementara pengemudi mobil didominasi pelanggaran tak mengenakan sabuk pengaman sebanyak 75 kasus dari total 110 pelanggaran. Pihaknya menyebut angka pelanggaran lalulintas tahun ini menurun jika dibanding tahun lalu. (ziz)



















