Pabrik Kayu Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Rp 800 Juta

Pabrik Kayu Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Rp 800 Juta

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pabrik pengolahan kayu yang berlokasi di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung terbakar, Kamis (7/3/2024) subuh. Akibat kejadian itu, pemilik pabrik mengalami kerugian mencapai Rp 800 juta.

Kasi Operasi Dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, pemilik pabrik pengrajin kayu bernama Marsyam (49).

Awalnya, sekitar pukul 04.28 WIB, petugas damkar menerima laporan adanya kebakaran pada pabrik tersebut.

Read More

Setelah menerima laporan, petugas kemudian bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKK) dan baru tiba di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB untuk segera melakukan upaya pemadaman.

Saat petugas tiba, diketahui kondisi api sudah sangat membesar dan hampir melahap sebagian besar pabrik tersebut.

“Informasi yang kami terima, api muncul dari bagian belakang pabrik, karena di dalam banyak bahan mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar,” kata Bambang Pidekso, Kamis (7/3/2024).

Selama proses pemadaman, ungkap Bambang, proses pemadaman memakan waktu yang cukup lama yakni mulai pukul 04.30 WIB sampai dengak pukul 07.30 WIB atau kurang lebih selama 3 jam. Saat itu, pihaknya turut membawa tiga mobil damkar dan dua mobil tangki suplai air.

Lamanya proses pemadaman, dikarenakan api yang sudah membesar. Selain itu, petugas damkar juga terkendala tidak adanya sumber air di sekitar pabrik tersebut, lantaran mobil tangki yang dibawa tidak cukup.

“Kendala kami karena tidak ada sumber air di lokasi kebakaran, dan mobil tangki yang kami bawa tidak cukup untuk melakukan pemadaman, sehingga terpaksa harus ngebor tanah dulu,” ungkapnya.

Terkait penyebab kebakaran, Bambang belum mengetahui secara pasti. Menurutnya pabrik tersebut sehari sebelumnya sedang tidak produksi. Akibat kebakaran tersebut, pemilik pabrik diduga mengalami kerugian senilai Rp 800 juta.

Menurut Bambang, pihaknya sebenarnya sudah menghimbau pemilik pabrik untuk segera membuat sumur bor untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan pemilik pabrik, yang bahkan pabrik tersebut juga tidak dilengkapi dengan APAR.

“Pabrik itu sebelumnya sudah kami peringatkan sebanyak dua kali untuk membuat sumur bor, tetapi ternyata tidak dilakukan, sehingga proses pemadaman cukup menyulitkan petugas,” pungkasnya.(sho)

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *