Pasca Operasi Patuh Semeru 2025, Pelanggar Lalu Lintas di Kediri Kota Mulai Menurun

Pasca Operasi Patuh Semeru 2025, Pelanggar Lalu Lintas di Kediri Kota Mulai Menurun
Petugas saat memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan sepeda motor (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Angka pelanggaran lalu lintas di Kota Kediri menunjukkan tren penurunan setelah berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2025.

Meski masih ditemukan pelanggaran dalam razia Operasi Cipta Kondisi yang digelar Satlantas Polres Kediri Kota pada Minggu (3/8/2025) dini hari, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Afandy Dwi Takdir mengungkapkan, Operasi Patuh Semeru membawa dampak positif terhadap perilaku pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

Read More

“Walaupun jumlah pelanggaran perlahan naik kembali, secara umum ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga :Pengunjung Tewas Diduga Usai Pesta Miras, Ini Penjelasan Manajer Kafe AR KTV Kediri

Dalam razia selama lebih dari satu jam tersebut, Satlantas menindak 111 pelanggar. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan razia sebelumnya yang kerap mencatat pelanggaran di atas angka itu.

Rinciannya, sebanyak 29 pelanggar berasal dari kendaraan roda empat, dengan 12 unit di antaranya diamankan sebagai barang bukti. Sementara untuk kendaraan roda dua, terdapat 20 unit yang turut diamankan.

AKP Afandy menambahkan, pelanggaran paling dominan berasal dari kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek), seperti penggunaan knalpot brong, lampu tembak, hingga warna bodi yang tidak sesuai dengan STNK.

“Kami akan fokus pada pelanggaran kendaraan roda empat, terutama yang tidak sesuai spektek,” tegasnya.

Baca Juga :STIKES RS Baptis Kediri Bentuk Kader Posyandu Gereja Lewat Pendekatan Parish Nursing

Ia juga mengingatkan, penindakan bukanlah tujuan akhir dari operasi lalu lintas, melainkan sebagai alat membangun disiplin pengendara.

“Kami akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas menjadi budaya bersama,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *