Batu, SEJAHTERA.CO – Warga Kota Batu khususnya emak-emak diresahkan dengan adanya aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu.
Penipuan pegawai Dinsos Kota Batu gadungan ini modusnya dengan mendatangi rumah ke rumah warga yang menjadi targetnya adalah penjual-penjual kelontong dan warung yang ada di Kota Batu.
Pegawai Dinsos gadungan ini diperkirakan sudah meraup uang ratusan juta dengan mengelabui warga Kota Batu dengan dalih pengurusan bantuan sosial .
Salah satu warga yang menjadi korban yakni Vicky Putra (28) warga Jalan Lahor RT 04 RW 12, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu ini hampir menjadi korban penipuan yang dilakukan oknum dinsos gadungan .
“Kronologis awal ada orang yang datang ke warung saya untuk membeli rujak. Selain itu ia mengaku bahwa suaminya bekerja sebagai kontraktor,” ujarnya, Selasa (6/2).
Selain mengaku merupakan kontraktor, lanjut Vicky, perempuan tidak dikenal tersebut menyampaikan bahwa akan membagi-bagi rezeki. Serta bertanya apakah warung miliknya menerima pesanan nasi kotak.
“Tidak hanya itu, yang bersangkutan juga menanyakan apakah keluarga saya menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau tidak. Kemudian yang bersangkutan tiba-tiba mengaku merupakan orang Dinsos dan mau memberi BLT secara langsung,” bebernya.
Dijelaskan jika untuk bisa mendapatkan BLT, yang bersangkutan meminta biaya materai senilai Rp 20 ribu.
” Saya curiga terus kami menolak, akhirnya dia pergi namun sempat saya rekam wajahnya, setelah saya cek di media sosial ternyata sudah banyak yang menjadi korban,” jelasnya.
Dari viralnya oknum dinsos Kota Batu gadungan ini di media sosial terlihat banyak juga yang menjadi korban bahkan aksinya ini telah terjadi di beberapa tempat tidak hanya meminta uang biaya materai tapi juga uang berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu dengan janji mendapatkan BLT sebesar Rp 1 juta.
Menanggapi peristiwa yang meresahkan masyarakat Kota Batu, Koordinator PKH Dinsos Kota Batu, Ainur Trihana saat dikonfirmasi terkait adanya perempuan yang mengaku pegawai Dinsos Kota Batu memberikan BLT dengan meminta uang tidak pernah dilakukan oleh Dinsos Kota Batu.
“Waduh modus sepertinya. Dinsos Kota Batu tidak ada orang tersebut. Bahkan setahuku pemberian BLT tidak pernah ada biaya untuk materai,” tutupnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















