Pembobol Konter HP di Blitar, Residivis Baru 2 Bulan Bebas

Blitar, SEJAHTERA.CO – Dua kali merasakan pengapnya jeruji besi tak membuat TI (40) kapok. Warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini kembali berbuat kriminal.

 

Nah, akibatnya dia kembali berurusan dengan polisi atas kasus yang sama. TI merupakan pelaku tunggal kasus pembobolan konter ponsel di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar yang terjadi beberapa minggu lalu. TI pun kini meringkuk kembali di tahanan.

Read More

“Ya, pelakunya residis kambuhan. Dua kali dipenjara atas kasus yang sama. Terakhir pada Agustus lalu baru saja bebas dari penjara,” kata Kapolsek Ponggok, AKP Sujarwo, Rabu (20/12).

Dia mengatakan terungkapnya kasus itu berawal kejelian polisi. Begitu mendapat laporan polisi langsung bergerak. Polsek Ponggok pun mendapatkan backup dari reskrim Polres Blitar Kota. Nah, setelah olah tempat kejadian perkara polisi pun bergerak.

 

Sejumlah saksi dan petunjuk di lapangan dikantongi. “Akhirnya mengarah ke TI. Pelaku kami tangkap di rumahnya, lengkap dengan barang bukti yang belum sempat dijual,”  katanya.

Di hadapan polisi, TI mengakui perbuatannya. Dia beraksi seorang diri. Kali pertama memetakan lokasi kejadian. Awalnya mengamati pola tutupnya konter. Nah begitu konter dalam kondisi tutup akhirnya bergerak dengan menjebol dinding asbes.

Ponsel sebanyak 13 unit dan uang senilai Rp 4 juta di laci langsung dibawa kabur. “Uangnya sudah habis untuk foya-foya. Kalau ponsel belum sempat saya jual,” katanya.

 

Dia mengatakan nekat membobol karena bingung tak punya pekerjaan pasca keluar penjara. Bahkan malah banyak yang mencemooh. Sementara dirinya butuh uang untuk makan. “Saya khilaf,” katanya.

Sebelumnya apes dialami Deo Anom Prabowo (25) warga Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.  Puluhan unit ponsel gress raib digondol maling.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan bobolnya konter ponsel diketahui pada Kamis (14/12). Itu sekitar pukul 09.00. Lokasi kejadian di konter ponsel di Desa Pojok, Kecamatan Ponggok. Nah korban menceritakan awal petaka. Saat itu sekitar pukul 09.00 hendak membuka lapak konter.

 

Awalnya tak merasa curiga. Kecurigaan baru muncul ketika melihat pintu akses masuk dari belakang terbuka alias tak terkunci.

Korban pun langsung gundah gulana.  Pasalnya ketika hendak tutup, pintu selalu dalam keadaan terkunci. Kali terakhir pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 tak lupa mengunci. 13 ponsel berbagai merek dan uang tunai Rp 4 juta amblas. Korban rugi hingga Rp 30 juta..(ziz)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *