Blitar, Memo – Polisi sukses mengungkap kasus pembunuhan dua perempuan pecinta anjing. Namun masalah kelangsungan hewan peliharaan puluhan anjing belum terpecahkan.
Terbaru, polisi meminta kepada pemilik anjing yang menitipkan peliharanya di rumah korban segera mengambil. Karena tak semuanya anjing di penampungan murni milik Ragil alias Erlin alias Sinyo. Tetapi ada sebagian titipan dari warga di Blitar dan sekitarnya.
“Iya kami meminta untuk mengambil. Karena sebagian anjing adalah titipan dari warga,” kata Kapolres Blitar AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, Kamis (4/1).
Dia mengatakan sebenarnya pasca kejadian ada pemerhati dan pecinta anjing yang bersedia merawat. Tetapi setelah didalami ternyata sebagian anjing adalah milik warga lain yang dititipkan. Orang yang menitipkan anjing ini tidak diketahui identitas dan domisilinya.
Data yang menitipkan yang mengetahui adalah Ragil yang sudah meninggal. “Ini yang menjadi permasalahannya. Makanya kami minta penitip juga proaktif. Karena juga untuk kelangsungan hewan peliharaan,” katanya.
Sampai saat ini, sejak dua korban yang setiap hari ngopeni anjing meninggal, puluhan anjing ditangani warga. Sementara yang bisa ditangani adalah memberi makan dari stok atau persediaan di tempat penampungan. Pantauan koran ini, ada setidaknya 40 anjing berbagai ras yang ada di penampungan. Tak hanya anjing, ada juga kucing dan monyet.
Seperti diketahui polisi berhasil mengungkap kasus penemuan dua mayat membusuk d tempat penampungan anjing di Jalan Sulawesi Kota Blitar. Ragil Sukarno Utomo dan Luciani Santoso tewas dibunuh pembantu atau karyawannya.
AF, tersangka pembunuhan mengaku membunuh lantaran sakit hati gaji tak sesuai dan sempat dilarang salat Jumat. Atas perbuatannya, polisi menjerat dengan pasal pembunuhan berencana ancaman hukuman mati. (ziz)



















