Tiga Pikap Ronda Sahur Diamankan dan Diambil Setelah Lebaran, Ini Penjelasan Kasat Samapta Polres Trenggalek

Tiga Pikap Ronda Sahur Diamankan dan Diambil Setelah Lebaran, Ini Penjelasan Kasat Samapta Polres Trenggalek

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak tiga kendaraan jenis pikap pengangkut sound system yang digunakan untuk keliling ronda sahur di Kabupaten Trenggalek diamankan jajaran Samapta Polres Trenggalek. Tiga kendaraan itu kini berada di Mapolres Trenggalek dan boleh diambil setelah lebaran.

“Tujuannya agar tidak mengulangi perbuatannya, nanti bisa diambil setelah lebaran,” kata Kasat Samapta Polres Trenggalek, AKP Supadi, Selasa (2/4).

Tiga mobil pengangkut sound system itu diamankan di tiga wilayah yang berbeda. Yaitu di jalan wilayah Desa Mlinjon Kecamatan Suruh, Jalan Desa Wonocoyo Kecamatan Pogalan dan Jalan Desa Semarum Kecamatan Durenan. Mereka berasal dari luar daerah.

Read More

“Contohnya di Wonocoyo itu rupanya warga Gandusari, kemudian di Semarum itu ada warga Desa Ngadisuko, Kendalrejo, Pakis. Ada yang gabungan ada yang dari desa setempat,” imbuhnya.

Tiga mobil pikap lengkap dengan sound system itu diamankan petugas berdasarkan aduan masyarakat. Mereka diamankan saat keliling di waktu sahur dengan membunyikan suara berlebihan sehingga meresahkan masyarakat. Apalagi mereka juga menggelar konvoi dengan sepeda motor sehingga rentan terjadi gesekan antar kelompok remaja.

“Berdasarkan laporan itulah petugas patroli melakukan pengamanan. Selain mengganggu ketenangan masyarakat, juga rentan terjadi gesekan antar kelompok remaja. Pernah terjadi peristiwa seperti itu, gara-gara sound system berlebihan pernah hampir terjadi gesekan,” ujarnya.

Selain menyita mobil pickup, petugas juga mengamankan setidaknya 18 remaja yang melakukan konvoi disertai membunyikan sound system dengan lantang itu. Belasan remaja itu dibawa ke Mapolres Trenggalek untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Selanjutnya mereka dipulangkan.

“Usai dilakukan pendataan dan pembinaan, mereka dipulangkan. Namun untuk mobil beserta sound systemnya ditinggal di Mapolres, boleh diambil setelah lebaran. Karena khawatirnya digunakan saat malam takbiran,” pungkasnya.

Reporter   : Angga Prasetya

Editor        : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *