Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Toko dan Gudang Gerabah milik Ali Imron (48) warga Desa Bendiljatikulon Kecamatan Sumbergempol Tulungagung ludes dilahap si jago merah, Selasa (17/1/2024). Kebakaran yang tergolong besar namun belum diketahui penyebabnya.
Kasi Operasi Dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, awalnya sekitar pukul 16.45 WIB, dua pegawai pada toko tersebut mendapati adanya titik api pada gudan yang berisi barang dagangan yang ada di toko tersebut.
Toko Gerabah milik Ali Imron menjual barang-barang alat rumah tangga dimana barang-barang tersebut terbuat dari plastik, sehingga mudah terbakar. Mendapati hal itu, dua pegawai pada toko itu lantas berupaya memadamkan api dari gudang tersebut menggunakan alat seadanya.
“Kemarin terjadi kebakaran di Toko dan Gudang Gerabah milik warga Desa Bendiljati Kulon Kecamatan Sumbergempol yakni Ali Imron,” kata Bambang Pidekso, Rabu (17/1/2024).
Pada saat memadamkan menggunakan alat seadanya, ungkap Bambang, rupanya hingga pukul 17.00 WIB api tidak berhasil dipadamkan dan justru api semakin membesar. Mendapati hal ini, pemilik Toko dan Gudang Gerabah itu lantas melaporkan kejadian kebakaran itu ke Damkar Tulungagung.
Setelah menerima laporan, sekitar pukul 17.15 WIB, pihaknya tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) dengan membawa serta tiga unit mobil damkar dan dua unit mobil suplai air. Namun saat petugas damkar tiba, kondisi api tidak hanya membakar gudang saja, melainkan sudah membesar dan membakar toko.
“Kami tiba apinya itu sudah sangat besar, jadi tidak hanya gudangnya saja yang terbakar, tetapi sudah merembet sampai bangunan toko yang kebanyakan berisi barang berbahan plastik,” ungkapnya.
Dikarenakan api sudah membesar, jelas Bambang, proses pemadaman yang dilakukan petugas tergolong lama lantaran banyaknya barang yang mudah terbakar di dalamnya.
Selain itu, pada bagian gudang juga tertutup atap galvalum yang menyulitkan petugas saat pemadaman lantaran sulit penyemprotan.
Menurut Bambang, api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB, sehingga proses pemadaman memerlukan waktu selama kurang lebih 4 jam. Diketahui, kebakaran ini tergolong berskala besar yang mana menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
“Kami belum tahu apa penyebab pasti kebakaran itu, rencananya hari ini kami dan Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan olah TKP,” pungkasnya.(sho)
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















