Geger ! Warga Desa Boro Kepruk Tetangga Hingga Tewas Pakai Linggis, Ini Motif dan Kronologinya

Geger ! Warga Desa Boro Kepruk Tetangga Hingga Tewas Pakai Linggis, Ini Motif dan Kronologinya

Blitar, SEJAHTERA.CO – AS (46) warga Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar diduga gelap mata. Gara-gara permasalahan asmara, nekat membunuh tetangganya sendiri. Korbannya adalah WD (45).

Korban yang sehari-hari kerja serabutan itu tewas usai dikepruk linggis kepalanya. Korban pun meninggal dengan luka menganga di bagian kepala belakang. Kasus itupun kini ditangani Polres Blitar.

Dalam kurun waktu 1 x 12 jam pelaku berhasil ditangkap di Malang dan langsung ditahan. Tersangka juga telah mengakui perbuatannya. Motifnya diduga karena asmara.

Read More

“Istri pelaku diduga diselingkuhi korban hingga akhirnya muntab (marah),” kata Kapolres Blitar AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kasat Reskrim AKP Febby Pahlevi Rizal, Jumat (27/10).

Menurutnya, terungkapnya kasus pembunuhan itu berawal pada Rabu (25/10). Saat itu istri korban MNR kalang kabut karena suaminya tak pulang. Akhirnya bersama sejumlah warga mencari tetapi tetap tak ketemu.

Akhirnya melaporkan kejadian ke Polsek Selorejo. Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak dengan mencari. Ternyata saat pencarian di sawah Dusun/Desa Boro ditemukan bentor atau becak motor.

“Bentor ini ditemukan di sawah. Akhirnya bersama warga dan polisi mencari korban. Ternyata korban ditemukan sudah tak bernyawa nyungsep di parit,” kata perwira yang baru sehari menjabat kasat reskrim ini.

Polisi pun bergerak. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Saat itulah ada warga yang sempat melihat pada Selasa (24/10) sekitar pukul 19.00 tersangka dan korban berada di sawah. Bahkan masih ada bentornya.

Tetapi pada pukul 24.00, korban dan tersangka sudah tak ada, hanya bentornya. Berkat informasi itulah polisi mendatangi rumah tersangka tetapi tak ada di rumah. Akhirnya ada info jika pelaku di Malang.

“Kami bergerak dan berhasil mengamankan tersangka di Malang. Tersangka aslinya Malang” kata perwira asal Padang, Sumatera Barat ini.

Di hadapan polisi tersangka menģakui perbuatannya. Tersangka menjelaskan jika nekat menghabisi karena berdalih bertahan. Pada Selasa (24/10) sekitar pukul 18.30, tersangka dihubungi korban.

Saat itu diajak ketemuan di sawah. Tak lama kemudian keduanya bertemu dan cekcok setelah sebelumnya pelaku merampas ponsel. Korban sempat mengeluarkan pisau tetapi berhasil diminta.

Dalam perkelahian itu, korban sesumbar tak mempan dibacok. Perkataan itulah yang membuat emosi hingga akhirnya spontan mengambil linggis dihantamkan ke kepala hingga membuat korban tersungkur.

“Korban juga sempat dicekik lehernya. Usai menghabisi ponsel korban dan linggis dibuang,” kata jebolan Akpol 2012 ini.

Usai membantai, tersangka pulang dan kabur ke Malang. Akhirnya terungkaplah kasus pembunuhan itu.

“Motifnya murni asmara. Istri pelaku dituduh selingkuh dengan korban dan akhirnya emosi,” pungkas perwira yang pernah menjabat di Polda Metro Jaya ini. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *